• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Selasa, April 7, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Kecerdasan Nabi SAW (1)

M. Zahri Johan by M. Zahri Johan
Juni 4, 2020
in Akhlak, Pengetahuan Islam
Kecerdasan Nabi SAW (1)

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Tajul Arus: Bekas Maksiat

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
  1. Kecerdasan Intelektual

Kecerdasan intelektual adalah kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan belajar dan penciptaan. Seseorang yang cerdas intelektual mampu belajar dengan cepat dan mampu menciptakan sesuatu.

Daya ingat memori otak Muhammad sangat luar biasa. Hal ini sangatlah dibutuhkan ada pada diri seseorang yang akan mengemban misi kenabian. Beliau mendapatkan wahyu yang disampaikan melalui malaikat Jibril secara berangsur-angsur dan harus menghafalkannya dengan baik untuk disampaikan kepada umat manusia. Untuk melaksanakan tugas ini tentu dibutuhkan seseorang manusia yang memiliki kapasitas intelegensia yang tinggi.

Ada beberapa riwayat yang menyatakan betapa luas wawasan nabi tentang daerah-daerah yang pernah dikunjungi pada saat beliau berdagang, ini menunjukkan kecerdasan beliau dan kekuatan memori otaknya. Dalam satu riwayat Imam Ahmad diceritakan bahwa beliau pernah menerima utusan salah satu kabilah dari Bahrain. Kemudian Muhammad SAW bertanya kepada Al-Ashajj (pemimpin kabilah) tentang berbagai hal dan orang-orang yang terkemuka serta kota-kota perdagangan di Bahrain. Pemimpin kabilah tersebut sangat terkejut atas luasnya wawasan geografis dan sentra-sentra komersial Muhammad SAW. Al Ashaj kemudian berkata,”sungguh, Anda lebih tahu tentang negeri saya daripada saya sendiri. Anda juga lebih banyak mengenal kota-kota di negeri saya daripada yang saya ketahui”.

Prof.Ramakhrisna, seorang ahli filsafat di India memberi komentar tentang kecerdasan Nabi: “…Ia tidak belajar ilmu filsafat di sekolah Athena atau Roma, Persia, China, dan India. Tetapi beliau dapat memproklamirkan kebenaran yang tertinggi dari nilai abadi kepada umat manusia. Dirinya buta aksara tetapi beliau dapat berbicara dengan kefasihan lidah dan kegairahan untuk menggerakkan manusia menangis dalam kegembiraan. William Hocking menggambarkan Muhammad: ”Muhammad distrusted wide generalities, his genius lay in a union of thought and action; his kingdom also of this world; he was seer and prophet, but he was also legislator and magistrate”

  1. Kekuatan otak kiri, otak kanan, dan otak bawah sadar

Otak kiri memberikan kemampuan seseorang untuk berpikir logis dan terstruktur, sedangkan otak kanan melengkapinya dengan cara berpikir acak, holistik, dan kreatif. Selain potensi otak kiri dan otak kanan, maka pikiran bawah sadar juga menjadi salah satu faktor penentu kecerdasan intelegensia. Pikiran bawah sadar memiliki potensi 88 % kecerdasan intelegensia manusia. Pikiran bawah sadar yang mencerminkan kecerdasan intelektual ini seringkali muncul dalam bentuk inspirasi lewat mimpi. Rene Descrates,Niels Bohr,James Watt, Kekule, dan ilmuwan-ilmuwan lain menemukan teori-teorinya melalui mimpi.

Banyak sekali mimpi-mimpi Nabi yang menunjukkan pencapaian visi-visinya akan masa depan, hal ini selain karena faktor wahyu juga menunjukkan ketinggian intelektual beliau. Suatu malam, menjelang Fajar, setelah peperangan Ahzab, Nabi bermimpi: dengan kepala tercukur, beliau memasuki Ka’bah, dan kuncinya berada di genggamannya. Mimpi ini kemudian beliau ceritakan kepada para sahabatnya, bahwa tidak lama lagi Makkah akan segera dibukakan oleh Allah untuk kaum muslimin.

Bahkan jangkauan penglihatan Nabi seringkali terjadi pada saat beliau dalam kondisi sadar. Seperti pada saat penggalian parit di Madinah, Salman yang menyaksikan tiga kilatan cahaya api pada saat Nabi tengah memukul batu dengan pangkurnya lantas mendapatkan penjelasan dari Nabi, ”Perhatikan cahaya-cahaya itu,hai Salman? Dengan cahaya pertama, aku dapat menyaksikan kastil-kastil di Yaman, dengan cahaya yang kedua, aku dapat menyaksikan kastil-kastil di Syria, dengan cahaya yang ketiga aku menyaksikan istana Kisra di Madain. Melalui yang pertama, Allah membukakan pintu bagiku menuju Yaman, melalui yang kedua, menuju Syria dan dunia Barat, dan melalui yang ketiga, kearah Persia dan dunia belahan Timur”. Ketiga Visi Nabi ini terwujud sepuluh tahun kemudian, pada masa Khalifah Umar Bin Khattab.

  1. Mendorong umatnya untuk menjadi “Pembelajar”

Nabi selalu mendorong umatnya agar menjadi umat pembelajar sepanjang hayat melalui sabdanya: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Mengenai keutamaan belajar Allah berfirman dalam Q.S. Al Mujadalah 11: ”Niscaya Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat”. Tentang hal ini, Nabi SAW bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majjah: “Kepergianmu untuk mempelajari satu pembahasan saja dari ilmu, lebih utama daripada engkau sholat seratus rakaat”.

Untuk meraih ilmu dalam rangka meningkatkan kecerdasan intelektual dibutuhkan upaya yang disiplin, kerja keras, dan sungguh-sungguh, seperti disabdakan oleh beliau: Innamal ‘ilmu bi ta’allum (HR. Al Khatib). Dalam sebuah syair diungkapkan: Tolabal ‘ulumi bighoiri jiddin kamukidis siroji bila duhuunin. Untuk meneladani sifat Fathonah Nabi dalam rangka menjadi umat pembelajar diperlukan: 1). Kemauan yang tinggi dan Niat yang Mulia 2). Berupaya keras dalam meraih Cita-cita 3). Menjadikan figur tokoh/ilmuwan sebagai sumber inspirasi

Adapun faktor-faktor yang dapat membangkitkan kemauan, dan metode-metode yang dapat membantu seseorang untuk menjadi generasi pembelajar, sebagai berikut:

  1. Adanya perhatian terhadap bakat, peranan orangtua dalam pendidikan, dan tumbuh dalam lingkungan yang positif dan mendukung pencapaian cita-cita.
  2. Adanya penghargaan kepada orang-orang yang memiliki kecerdasan dan orang-orang yang berbakat, serta adanya para pendidik yang mumpuni yang dapat memberikan bimbingan dan pengajaran yang benar.
  3. Adanya tradisi bermusyawarah/diskusi, bersikap seimbang (tawazun), dan menerima kritik yang konstruktif serta nasehat yang terarah
  4. Menjauhi kemewahan & kenikmatan, niat yang baik, ikhlas beramal, dan kemuliaan jiwa
  5. Memperluas cakrawala dan memperbaiki pergaulan dengan berteman dengan orang-orang yang berkemauan tinggi
  6. Sikap tawadhu’ dan senantiasa bersikap adil/obyektif
  7. Pendek angan, hidup optimal disaat kini
  8. Mempelajari biografi Nabi dan para ilmuwan
  9. Optimis dan bertanggungjawab.
  10. Mengembangkan sikap sabar dan ulet, giat dan tekun
  11. Memanfaatkan waktu dan sigap menangkap peluang yang baik Mengatasi dan mengantisipasi berbagai faktor yang dapat memperlemah kemauan untuk menuntut ilmu seperti sifat malas, asmara, suka mengeluh, sikap suka menunda-nunda, putus asa, dan penyakit-penyakit hati lainnya.
  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: Kecerdasan Intelektualsiroh
Previous Post

Si Burung Gagak

Next Post

Kecerdasan Emosional Nabi SAW (2)

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan #Aktivitas a. Ketua Ponpes Progresif Fathimah al-Amin b. Guru MAN 2 Kota Semarang c. Pengasuh kawanislam.com # Motto Karakter adalah dasar prestasi

Related Posts

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman
Islam dan Sains

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Desember 18, 2025
Jaminan Surga di Balik Sebuah Titipan: Mengupas Keutamaan Akad Wadī’ah
Qur'an & Hadits

Separuh Iman yang Sering Terlupakan: Mengapa Bersuci Bukan Hanya Soal Fisik?

Desember 17, 2025
Please login to join discussion

Recommended

Mencintai Nabi saw

Hikmah dipilihnya Hijrah sebagai Awal Tahun Hijriyah

Juni 4, 2020

Berdaulat Tanpa Korupsi

November 30, 2018

Don't miss it

Dan Malaikatpun Bersujud…
Islam dan Sains

Dan Malaikatpun Bersujud…

Juni 2, 2020
Pengetahuan Islam

Makna Toleransi

Oktober 30, 2018
Sunan Kalijaga
Pengetahuan Islam

Sunan Kalijaga

Juni 20, 2023
KISAH TENTANG HUSEIN SI GILA
Hikmah & Muhasabah

KISAH TENTANG HUSEIN SI GILA

Juni 4, 2020
Tak Hanya Mengaji, Santri Fathimah Al-Amin Hadirkan 100 Porsi Takjil Setiap Malam Ramadhan
Acara

Tak Hanya Mengaji, Santri Fathimah Al-Amin Hadirkan 100 Porsi Takjil Setiap Malam Ramadhan

Februari 26, 2026
Truth & Victory   
Pengetahuan Islam

Truth & Victory  

Juni 4, 2020

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah hukum Humor Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Kesabaran kisah sufi Man 2 Semarang maulid nabi Nabi Ibrahim nafs NKRI pendidikan karakter Rohis sains Sains islam santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi siroh spiritualitas beragama sufi tafsir tafsir kontekstual Tajul Arus Taqwa tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026
Puncak Haul Pendiri Pesantren Fathimah Al-Amin Dipadati Jamaah, Keteladanan Zuhud Kembali Dihidupkan

Puncak Haul Pendiri Pesantren Fathimah Al-Amin Dipadati Jamaah, Keteladanan Zuhud Kembali Dihidupkan

Maret 17, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Profesionalitas Adalah Solusi

Kecerdasan Nabi SAW (1)

 
Kecerdasan Emosional Nabi SAW (2)
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend