Semarang — Tim Pengabdian Masyarakat bersama Alumni FSM Universitas Diponegoro melaksanakan rangkaian kegiatan pemberdayaan santri di Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin selama bulan April 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam tiga pertemuan ini diikuti oleh sekitar 50 santri dengan tujuan meningkatkan keterampilan, pengetahuan, serta kemandirian di bidang pengolahan pangan dan pemasaran digital.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan cabut duri bandeng pada Sabtu, 11 April 2026. Dalam sesi ini, peserta dibekali teknik menghilangkan duri ikan bandeng secara tepat agar menghasilkan produk yang lebih aman dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, demonstrasi, hingga praktik langsung oleh para santri.
Kegiatan kemudian dilanjutkan pada Sabtu, 18 April 2026 melalui pelatihan pembuatan sambal bandeng dan sambal bumbu Bali yang menghadirkan Yulia Syafana sebagai narasumber. Para peserta tidak hanya belajar teknik pengolahan, tetapi juga memahami cara pengemasan produk yang menarik dan higienis. Suasana pelatihan berlangsung aktif dengan adanya diskusi dan praktik langsung yang melibatkan seluruh peserta.
Pada pertemuan terakhir, Minggu, 26 April 2026, peserta mendapatkan pembekalan mengenai desain dan pemasaran produk di era digital. Materi disampaikan oleh Nita Ulfia bersama Yulia Syafana. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami strategi pemasaran digital serta pentingnya desain produk yang menarik guna meningkatkan daya saing di pasar.
Apresiasi terhadap kegiatan ini disampaikan oleh Yayuk Astuti yang menilai program tersebut sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas santri.
“Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal kemandirian dan membuka peluang kewirausahaan di masa depan,” ujarnya.
Antusiasme peserta juga terlihat dari testimoni yang disampaikan oleh Fauziyah Khamidiyah. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.
“Kami belajar banyak, mulai dari pengolahan hingga pemasaran produk. Ini sangat memotivasi kami untuk mencoba berwirausaha secara mandiri,” tuturnya.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari para santri. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat jiwa kewirausahaan santri di masa mendatang.












