• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Ibnu Athaillah as Sakandari

M. Zahri Johan by M. Zahri Johan
Desember 18, 2025
in Akhlak, Pengetahuan Islam
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Separuh Iman yang Sering Terlupakan: Mengapa Bersuci Bukan Hanya Soal Fisik?

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

Ketahuilah bahwa maksiat itu mengandung arti merusak janji, dan melepaskan ikatan cinta dengan mengalahkan Tuannya (Alloh) dan mengikuti kesenangan hawa nafsunya, melepaskan tutupnya rasa malu, dan cepat cepat menuju Alloh dengan mengerjakan perkara yang tidak diridhoi oleh Alloh.  Selain itu semua: Bekas maksiat yang dhohir/nyata seperti: pada diri orang yang maksiat terlihat suram, dimatanya kelihatan keras, malas berkhidmat kepada Alloh, tidak bisa menjaga kehormatan, berusaha keras menuruti keinginan hawa nafsunya,  dan tidak bisa mengerjakan ketaatan.

Bekas maksiat yang batin seperti: kerasnya hati, memenuhi dadanya dengan syahwat, hilangnya rasa manis/nikmatnya taat, banyaknya penghalang dari makhluk yang selalu menghalangi terpancarnya Nur, selalu dikalahkan oleh kekuasaan hawa nafsu, dan selain itu semua masih ada seperti hati selalu ragu-ragu, lupa kalau nanti kan kembali menghadap Alloh, dan lamanya penghitungan amal. Sudah cukup menunjukkan jeleknya maksiat dengan bergantinya nama, karena bila kamu menjadi orang yang taat, kamu disebut orang yang mengerjakan kebaikan, sedangkan bila kamu maksiat, maka akan berubah dan disebut orang durhaka. Itulah artinya berpindahnya sebutan/nama. Lalu bagaimana kalau yang berganti itu atsar/labet?, yaitu dari atsar rasa manisnya taat berubah menjadi manisnya maksiat. 

Atsar nikmatnya mengabdi kepada Alloh berganti menjadi nikmatnya syahwat. Begitulah bergantinya atsar, lalu bagaimana kalau yang berubah/berganti itu sifat? Yaitu setelah kamu memiliki sifat yang baik dihadapan Alloh  ta’ala, lalu berganti menjadi orang yang memiliki sifat yang buruk. Itu yang berhubungan dengan pergantian sifat, lalu bagaimana kalau yang berubah itu kedudukan?, yaitu setelah kamu menjadi orang yang sholih/baik dihadapan Alloh, lalu menjadi orang yang rusak dihadapan Alloh, setelah kamu menjadi orang yang berhati-hati dihadapan Alloh berubah menjadi orang yang ingkar dan khianat kepada-Nya. 

Maka apabila macam-macamnya dosa itu sudah terbuka dihadapanmu, maka segeralah minta pertolongan kepada Alloh ta’ala, dan mengungsilah kapada-Nya dan taburi tanah dikepalamu(merasa hina) dan berdo’a: “Ya Alloh, pindahlah kami dari hinanya maksiat menuju kemuliaannya taat kepada-Mu”.

Dan berusahalah kamu untuk bisa berziarah kemakam-makam para Auliya’ dan sholihin, dan bacalah “Yaa Arhamar-roohimiin” (Wahai Dzat yang sangat belas kasih, belaskasihi kami).

Apakah kamu termasuk orang yang ingin memerangi nafsumu? Sedang nafsumu kamu kuatkan dengan menuruti kesenangannya(syahwat). Sehingga kamu dikalahkan nafsumu. ketahuilah, sungguh kamu termasuk orang yang bodoh.

Hati itu seperti pohon yang disirami dengan ketaatan. Dan buahnya yaitu apa-apa yang menempel pada pohon tersebut.

Mata, buahnya bisa mengambil I’tibar/contoh(tepotulodo). Telinga, buahnya bisa mendengarkan Al Qur’an. Mulut, buahnya bisa berdzikir kepada Alloh. Kedua tangan dan kaki, buahnya bisa berjalan menuju kebaikan. Jadi apabila hati kering, maka akan rontok buah-buahnya. Apabila hatimu kering maka perbanyaklah dzikir kepada Alloh.  Kamu jangan seperti orang yang sakit dan berkata, “aku tidak akan berobat sehingga ada obatnya.” Maka katakan padanya, “kamu tidak akan menemukan obat/sembuh kalau kamu tidak mau berobat”. Dalam jihad/perang itu tidak ada rasa manis/enaknya, yang ada hanya ujungnya tombak.  Maka dari itu perangilah hawa nafsumu, itu termasuk perang yang besar.

Ketahuilah, wanita yang kehilangan anak itu tidak punya hari raya, tapi yang punya hari raya itu orang yang bisa mengalahkan nafsunya. Yang punya hari raya itu orang yang bisa mengumpulkan masalah yang berbeda-beda yakni, bisa menghadapi semua persoalan.

Seorang ulama lewat didepan rumah seorang pendeta, lalu ulama itu bertanya, “hai pendeta? Kapan hari rayanya orang/kaum itu? Pendeta itu menjawab, “ hari rayanya itu pada hari dia mendapat ampunan dari tuhannya”. Sifat antara dirimu dan nafsumu itu seperti orang yang menemukan istrinya di warung minuman(khomr) lalu istri tersebut diberi pakaian yang bagus, dan diberi makanan yang enak-enak. Jadi apabila kamu meninggalkan sholat itu berarti kamu memberi makanan nafsumu dengan bubur harisah (harisah: makan yang terbuat dari tepung dan telur/daging) dan macam-macam makanan(yang dirasa enak menurut nafsu).

Ada sebagian ulama yang selama empat puluh tahun tidak pernah mengikuti sholat berjamaah, karena merasa tidak kuat mencium bau busuk(tidak enak)nya hati orang-orang yang lupa kepada Alloh. Sungguh mengherankan! Kamu mengerti perkara yang menjadikan kebaikan duniamu, tapi kamu bodoh tentang perkara yang menjadikan kebaikan akhiratmu. Contoh sifat dunia pada dirimu itu seperti seorang yang keluar menuju pekarangannya, dan giat bekerja. Setelah berhasil lalu ditimbun menjadi bahan makanan, lalu dia mendapat manfaat dari bahan yang ditimbun pada waktu dibutuhkan. 

Sedangkan kamu menimbun syahwat/keinginan nafsumu yang seperti ular dan maksiatmu yang seperti kalajengking, sehingga kamu menjadi rusak/binasa. Itu cukup menunjukkan kebodohanmu. Para manusia menyimpan bahan makanan untuk persiapan diwaktu butuhnya, sedang kamu menyimpan perkara yang menjadikan bahaya dirimu yaitu maksiat. Bagaimana pendapatmu, ada orang yang datang membawa ular dan dipelihara didalam dirumahnya. Dan ketahuilah, kamu itu yang mengerjakan seperti itu.

Jangan sepelekan dosa-dosa kecil

 Perkara yang paling banyak dikhawatirkan bagi dirimu yaitu Su’ul khotimah (wal’iyadhu billah). itu dikarenakan matinya api iman yang disebabkan hitamnya maksiat. hitamnya maksiat yaitu dosa-dosa yang bertumpuk yang tidak ditaubati sehingga hati menjadi gelap. Kamu jangan meremehkan amal-amalmu, memilih perbuatan baik hanya untuk mengisi wc. takutlah kamu pada nafsu yang bertempat pada dirimu, karena nafsu akan mengalahkan kamu, lalu nafsu tidak mau meninggalkan pemiliknya sampai dia mati. berbeda dengan setan, dibulan Romadhon setan meninggalkan orang yang diganggunya. Karena dibulan romadhon para setan dibelenggu.

dan terkadang ada orang yang membunuh dan mencuri dibulan romadhon, itu semua dari pengaruhnya nafsu.

Jadi apabila nafsu condong kepada maksiat, maka ingatlah akan siksanya Alloh dan terputus dari Alloh sebab nafsu yangcondong pada maksiat. Madu yang beracun itu harus ditinggalkan, dengan mengetahui manisnya madu dan adanya bahaya/penyakit dimadu tersebut. karena nabi telah bersabda: “Dunia itu manis dan hijau (yakni menyenagkan)” pada riwayat yang lain “Dunia itu bangkai yang menjijikkan”.  Dunia itu manis dan hijau bagi orang yang lupa, dan Dunia itu bangkai yang menjijikkan bagi orang yang berakal.

Dunia itu manis dan hijau menurut nafsu, dan Dunia itu bangkai yang menjijikkan menurut kacamata hati. Dunia itu manis dan hijau supaya waspada, dan Dunia itu bangkai yang menjijikkan supaya lari dari dunia. Maka dari itu, kamu semua jangan sampai tertipu oleh manisnya dunia, karena akhirnya pasti pahit.

 

Kontributor: Tazkiyyatul Muthmainnah

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: Ibnu AthaillahTajul Arus
Previous Post

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Next Post

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan #Aktivitas a. Ketua Ponpes Progresif Fathimah al-Amin b. Guru MAN 2 Kota Semarang c. Pengasuh kawanislam.com # Motto Karakter adalah dasar prestasi

Related Posts

Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Desember 18, 2025
Jaminan Surga di Balik Sebuah Titipan: Mengupas Keutamaan Akad Wadī’ah
Qur'an & Hadits

Separuh Iman yang Sering Terlupakan: Mengapa Bersuci Bukan Hanya Soal Fisik?

Desember 17, 2025
Jaminan Surga di Balik Sebuah Titipan: Mengupas Keutamaan Akad Wadī’ah
Qur'an & Hadits

Jaminan Surga di Balik Sebuah Titipan: Mengupas Keutamaan Akad Wadī’ah

Desember 17, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Dosa kecil dan Dosa Besar

Desember 17, 2025
Please login to join discussion

Recommended

Jabir bin Hayyan

Jabir bin Hayyan

Juni 4, 2020
GERAKAN SEDEKAH

GERAKAN SEDEKAH

Juni 4, 2020

Don't miss it

Isra’ Mi’raj
Pengetahuan Islam

Isra’ Mi’raj

Januari 17, 2026
Mencampur Beberapa Madzhab (Talfiq)
Pengetahuan Islam

7 Permohonan Terakhir Nabi Ibrahim

Agustus 15, 2020
Panggilan Haji
Akhlak

Panggilan Haji

April 13, 2021
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Siapa mau Membeli Daganganku?

Desember 17, 2025
Aktualisasi Cinta Rasul sebagai Paradigma Etika dan Kepemimpinan Kontemporer
Artikel

Aktualisasi Cinta Rasul sebagai Paradigma Etika dan Kepemimpinan Kontemporer

Desember 4, 2025
Rahasia Manusia (4)
Akhlak

Rahasia Manusia (2)

November 18, 2022

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak Amin Syukur cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Kesabaran kisah sufi Literasi maulid nabi Maulud Muhammad nafs NKRI NU pendidikan karakter renungan Rohis sains Sains islam Sejarah sejarah islam sirah Nabawi solusi spiritualitas beragama sufi tafsir tafsir kontekstual Tajul Arus Taqwa tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Tajul Arus: Terhalang dari Munajat

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Desember 18, 2025

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Tajul Arus: Bekas Maksiat

 
Tajul Arus: Bahaya Maksiat
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend