• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Minggu, April 5, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Mengapa Nabi Ismail?

M. Zahri Johan by M. Zahri Johan
Juni 25, 2023
in Pengetahuan Islam, Qur'an & Hadits
Lebih Utama Mana: Qurban atau Aqiqah?

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Tajul Arus: Bekas Maksiat

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (Ash Shaffat : 102)

⁠⁠⁠Peristiwa kurban Nabi Ibrahim as adalah peristiwa besar yg selanjutnya menjadi Hari Raya umat Islam. tapi Nabi Muhammad saw tidak memberikan petunjuk jelas tentang siapa anak yang dikorbankan itu?. Betapapun dan siapapun yang disembelih, yang jelas Ismail dan Ishaq adalah para nabi suci yang keduanya dipuji oleh Allah SWT.

Al Qur’an juga seolah-olah menyebutkan putera tersebut adalah Ishaq, tampaknya kontroversi teologis sengaja dihindari agar pesan “kepasrahan dan cinta” Ibrahim dan puteranya pada Tuhan tetap menjadi topik utama. Kesediaan mereka mengorbankan apa yang paling mereka cintai (anak dan nyawa) itulah yang menjadi teladan bagi umat Nabi Muhammad.

Tulisan ini bermaksud menyampaikan keyakinan pribadi penulis bahwa anak yang dikorbankan itu adalah Nabi Ismail. Hal ini didukung dengan beberapa argumen:

  1. Kontradiksi

فَلَمَّا اعْتَزَلَهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۖ وَكُلًّا جَعَلْنَا نَبِيًّا

Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Ya’qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi. (Maryam : 49)

Keterangan dalam ayat ini disampaikan Allah ketika Ibrahim masih berada di Haran (Charrae), jauh sebelum peristiwa penyembelihan. Akan terasa kontradiktif perintah Allah untuk menyembelih Ishaq sedangkan sebelumnya Allah telah menjanjikan bahwa dari putranya Ishaq akan lahir Ya’qub.

Ayat dalam alkitab (Kejadian pasal 22) yang bercerita tentang perintah mengurbankan anak Ibrahim perlu juga dikritisi. Para ulama menganggap penyebutan nama Ishaq merupakan sisipan karena kontradiktif dengan keterangan “Anakmu yang tunggal…”. Ismail adalah anak pertama (tunggal), karena saat itu Ishaq belum lahir.

  1. Sifat Nabi Ismail

وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ ۖ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ

Dan Ismail, Idris dan Dzulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar. (Al Anbiya’ : 85). Sifat penyabar pada Ismail yang ditunjukkan dalam ayat ini sangat sesuai untuk menggambarkan peristiwa penyembelihan tersebut. Penutup ayat 102 surat ash Shaffat secara redaksional juga menyebut kata shobirin, sehingga tampak serasi dengan sifat Nabi Ismail.

فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ

Maka Kami beri dia (Ibrahim) kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar dan penyantun (Ash-Shaffaat : 101).

Ayat ini menjadi petunjuk kunci tentang siapa anak yang akan disembelih itu?. Sifat halim lebih sesuai dengan penyifatan Ismail dalam Al Qur’an, sedangkan Ishaq disifati dengan kecerdasan (alim), seperti dalam surat Al-Hijr ayat 53, ”Sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan anak laki2 yang cerdas”

  1. Dua kabar gembira

Kabar gembira untuk Ibrahim dalam surat As-Shaffat disebutkan dua kali. Kabar gembira yang pertama (ayat 101) adalah Ismail, yaitu anak yang akan dikorbankan seperti diceritakan di ayat sesudahnya (ayat 102). Sedangkan kabar gembira yang kedua adalah terkait dengan informasi kelahiran Ishaq sebagai hadiah bagi Ibrahim atas kesabaran dan bukti cintanya kepada Tuhan.

وَبَشَّرْنَاهُ بِإِسْحَاقَ نَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ

Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh (as-Shaffat : 112)

Penyebutan sholihin pada ayat tersebut di atas sangat serasi dengan permohonan yang dipanjatkan oleh nabi Ibrahim sebagaimana disebutkan di surah as-shaffat ayat 100,

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.

  1. ⁠⁠⁠Tradisi yang lestari

Allah menjadikan peristiwa kurban Ibrahim pada putera tercintanya sebagai buah tutur yang baik bagi umat manusia dari generasi ke generasi.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ

Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian, (As-Shaffat : 108)

Terbukti umat Islamlah yang melestarikan tradisi qurban melalui Hari Raya Idul Adkha. Dalam prosesi ibadah haji, jamaah haji menyerap peristiwa agung tersebut melalui manasik haji. Berkumpul di Padang Arafah, melempari setan yang menggoda Ibrahim dan Ismail di Jamarat, lalu menyembelih qurban di Mina. Tradisi ibadah haji ini telah berlangsung jauh sebelum Nabi Muhammad dilahirkan. Pelaksanaan ibadah haji di kota suci Makkah menjadi petunjuk yang sangat jelas, bahwa Putra Nabi Ibrahim yang akan dikorbankan itu adalah Nabi Ismail as.

Demikian pendapat ini juga dikuatkan oleh banyak mufassir seperti: Ibnu Katsir, Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah, dan berbagai sumber lainnya.

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: Nabi IbrahimNabi Ismailqurban
Previous Post

Habib Luthfi dan Tarekat Kebangsaan

Next Post

Abu al-Hasan Al-Syadzili

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan #Aktivitas a. Ketua Ponpes Progresif Fathimah al-Amin b. Guru MAN 2 Kota Semarang c. Pengasuh kawanislam.com # Motto Karakter adalah dasar prestasi

Related Posts

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman
Islam dan Sains

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Desember 18, 2025
Jaminan Surga di Balik Sebuah Titipan: Mengupas Keutamaan Akad Wadī’ah
Qur'an & Hadits

Separuh Iman yang Sering Terlupakan: Mengapa Bersuci Bukan Hanya Soal Fisik?

Desember 17, 2025
Please login to join discussion

Recommended

Alasan Berdirinya Sebuah Negara

Oktober 23, 2018
Etika Berkomunikasi di Medsos

Etika Berkomunikasi di Medsos

Juni 3, 2020

Don't miss it

Ayat-Ayat Riba
Pengetahuan Islam

Al-Qur’an sebagai Guide

Juni 4, 2020
Memetik Buah Hikmah dari Pohon di Badar
Akhlak

Pelajaran dari Uhud

Desember 17, 2025
Akhlak Rasulullah sebagai Cermin Cinta: Menumbuhkan Generasi Beradab di Era Digital
Artikel

Akhlak Rasulullah sebagai Cermin Cinta: Menumbuhkan Generasi Beradab di Era Digital

November 25, 2025
Artikel

Menangkal Virus Hoax

Oktober 22, 2018
Hikmah & Muhasabah

BELAJAR DARI KEDERMAWANAN OZIL DAN POGBA

November 2, 2018
Hikmah & Muhasabah

Kompetisi Meditasi

Oktober 27, 2018

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah hukum Humor Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Kesabaran kisah sufi Man 2 Semarang maulid nabi Nabi Ibrahim nafs NKRI pendidikan karakter Rohis sains Sains islam santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi siroh spiritualitas beragama sufi tafsir tafsir kontekstual Tajul Arus Taqwa tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026
Puncak Haul Pendiri Pesantren Fathimah Al-Amin Dipadati Jamaah, Keteladanan Zuhud Kembali Dihidupkan

Puncak Haul Pendiri Pesantren Fathimah Al-Amin Dipadati Jamaah, Keteladanan Zuhud Kembali Dihidupkan

Maret 17, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Habib Luthfi dan Tarekat Kebangsaan

Mengapa Nabi Ismail?

 
Abu al-Hasan Al-Syadzili
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend