Maksiat mengandung arti merusak janji, hanya mengikuti kesenangan nafsunya sendiri, dan hilangnya rasa malu pada diri manusia. Ketika seseorang itu mengerjakan hal yang taat bisa disebut dengan orang yang mengerjakan hal kebaikan, lalu bila seseorang itu berbuat maksiat maka sorang tersebut disebut sedang mengerjakan kedurhakaan. Ketika seseorang mengumbar syahwat atau memperturutkan keinginan hawa nafsunya itu bagaikan ular dan maksiatnya itu bagaikan kalajengking yang mana bisa merusak dan membinasakan diri sendiri.
Kemudian perkara yang paling megkhawatirkan bagi diri setiap manusia itu adalah menyepelekan dosa-dosa kecil. Karena kadang dosa yang kita anggap besar membuat kita cepat-cepat untuk bertaubat, tetapi kita melupakan untuk bertaubat ketika melakukan dosa-dosa kecil. Padahal dosa kecil bila dikerjakan secara terus menerus bisa berakibat menjadi dosa besar, seperti racun yang sedikit juga bisa membunuh manusai, atau percikan api yang kecil saja kadang bisa membakar satu kota.
Maka dari itu takutlah ketika engkau berbuat maksiat, karena maksiat bisa menghalangi rejeki. Ketika sudah terlanjur berbuat dosa maka harus cepat bertaubat kepada Allah, karena jika taubatnya diterima maka manusia itu termasuk orang yang beruntung. Jika seseorang itu tahu bahwa Allah itu selalu mengawasi hambanya tanpa henti maka orang tersebut pati tidak akan berani melanggar segala yang sudah dilarang oleh Allah dan menjaga dirinya dari hal maksiat, karena malu pada Allah.
Maka selanjutnya ketika sesorang sudah terlanjur berbuat maksiat, dosa kecil maupun dosa besar maka harus dilanjutkan dengan bertaubat, karena perumpamaan orang yang maksiat seperti “kuali yang dibawahnya dinyalakan api, sebentar saja kuali tersebut akan meghitam, tetapi jika setelah digunakan kemudian segara dicuci maka kuali tersebut akan bersih, tetapi jika dibiarkan saja, dan digunakan memasak berkali-kali maka hitamnya akan semakin menempel dan sulit untuk dibersihkan lalu lambat laun akan pecah dan tidak berguna kembali walaupun bisa dicuci”. Taubat itu merupakan perkara yang bisa membersihkan hitamnya hati, jika hati sudah bersih lalu akan muncul macam-macam amal baik, yang wanginya akan diterima Allah.
Sebagai seorang manusia terus berusahalah untuk bertaubat pada Allah secara terus-menerus. Karena jika manusia tersebut mendapatkan taubat itu merupakan salah satu anugerah dan menunjukan dicintai dari Allah, karena Allah mengampuni taubat siapa saja yang berusaha mendekatkan diri pada Allah. Maka sebagai manusia bersiaplah untuk cepat-cepat melaksanakan taubat pada Allah, karena yang mengkhawatirkan bagi diri yaitu su’ul khotimah matinya api iman yang disebabkaan hitamnya maksiat kemudian belum sempat untuk bertaubat.
Dunia itu manis dan hijau bagi orang yang lupa, dan dunia itu bangkai yang menjijikan bagi orang yang berakal.
Kontributor: Rania Hanifa M Desky









