Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin Semarang kembali menyelenggarakan Pelatihan Sholat Khusyuk sesi kedua pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Aula Dwi Purwito. Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta ini berlangsung dengan penuh antusiasme dari para santri maupun peserta umum yang hadir untuk memperdalam pemahaman tentang kualitas ibadah sholat.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan ibadah yang diselenggarakan oleh pondok pesantren sebagai upaya meningkatkan kualitas sholat, baik dari segi ketepatan gerakan sesuai tuntunan syariat maupun dari sisi manfaat kesehatan yang terkandung di dalamnya.
Pada sesi kedua ini, materi pertama disampaikan oleh Ustadz Hasisul Ulum, M.Ag yang membahas tentang tahsin gerakan sholat. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya memperbaiki dan menyempurnakan setiap gerakan sholat agar sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Menurutnya, kesempurnaan gerakan sholat tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis semata, tetapi juga berpengaruh terhadap tingkat kekhusyukan seseorang dalam beribadah.
Beliau menjelaskan bahwa setiap rangkaian gerakan sholat, mulai dari takbiratul ihram, berdiri, rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud hingga salam, perlu dilakukan dengan benar, tenang, dan penuh kesadaran. Dengan memahami dan mempraktikkan gerakan sholat secara tepat, diharapkan ibadah yang dilakukan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga lebih menghadirkan kekhusyukan dalam hati.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Bapak Zainal Abidin, S.St.Ftr., M.H, yang mengangkat tema gerakan sholat dalam perspektif kesehatan. Dalam penjelasannya, beliau memaparkan bahwa rangkaian gerakan dalam sholat memiliki manfaat yang signifikan bagi kesehatan tubuh.
Sebagai praktisi di bidang kesehatan, beliau menjelaskan bahwa gerakan seperti rukuk, sujud, serta berbagai posisi tubuh dalam sholat dapat membantu menjaga kelenturan otot, memperbaiki postur tubuh, serta melancarkan peredaran darah. Selain itu, sholat juga memberikan efek relaksasi yang mampu membantu mengurangi ketegangan fisik maupun mental. Penjelasan tersebut memberikan pemahaman kepada peserta bahwa ibadah sholat tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga membawa manfaat kesehatan apabila dilakukan dengan gerakan yang benar.
Untuk memperdalam pemahaman peserta, kedua materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung gerakan sholat. Para peserta diajak mempraktikkan setiap gerakan dengan bimbingan langsung dari para pemateri. Melalui sesi praktik ini, peserta dapat memperbaiki kesalahan dalam gerakan sekaligus memahami posisi tubuh yang tepat sesuai tuntunan syariat dan prinsip kesehatan. Interaksi antara pemateri dan peserta berlangsung aktif sehingga suasana pelatihan terasa lebih dinamis dan interaktif.
Pelaksanaan sesi kedua pelatihan sholat khusyuk ini menunjukkan komitmen pondok pesantren dalam memberikan pembinaan ibadah yang komprehensif kepada para santri dan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menekankan aspek spiritual dalam ibadah, tetapi juga mengintegrasikan pemahaman ilmiah terkait manfaat kesehatan dari gerakan sholat.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat semakin meningkatkan kualitas ibadah sholat mereka, baik dari segi ketepatan gerakan, kekhusyukan, maupun kesadaran akan manfaat kesehatan yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, sholat tidak hanya menjadi kewajiban yang dilaksanakan secara rutin, tetapi juga menjadi sarana pembinaan diri yang memberikan manfaat bagi kesehatan jasmani sekaligus ketenangan rohani.














