Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti puncak peringatan haul pendiri Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin, Prof. Dr. KH. Amin Syukur, M.A. dan Dra. Hj. Fathimah Utsman, M.S.I., yang digelar pada Ahad, 15 Maret 2026 di Aula Dwi Purwito. Peringatan tahun ini menjadi haul ke-5 bagi Prof. Amin Syukur dan haul ke-10 bagi Ibu Fathimah Utsman, yang keduanya wafat pada tanggal yang sama, 15 Maret, meskipun di tahun yang berbeda.
Acara yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB ini dihadiri sekitar 150 tamu undangan yang terdiri dari keluarga besar, pengurus pondok, asatidz, jamaah Masjid Al-Ikhlas, serta warga sekitar RT 03 Perumahan BPI. Seluruh santri Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin yang berjumlah sekitar 120 orang juga turut hadir, menambah kekhidmatan suasana haul. Di samping itu, acara juga disiarkan melalui live streaming oleh Amin Syukur Media Center sehingga doa bersama bisa dilakukan oleh keluarga, relasi, dan sahabat almarhum Muassis dari rumah masing-masing.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan keluarga yang disampaikan oleh Bapak Bagus Panuntun Nugrohadi, S.E. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan agar nilai-nilai perjuangan dan keteladanan para pendiri pesantren terus hidup dan dilanjutkan oleh generasi penerus.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlil yang dipimpin oleh Bapak Drs. KH. Ahmad Sholeh, M.Ag., diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh seluruh jamaah. Doa bersama yang dipimpin oleh Bapak KH. Abdul Khaliq, S.H., Sp.N., M.H. menjadi puncak spiritual dalam rangkaian acara, menghadirkan suasana haru sekaligus penghayatan mendalam atas makna haul sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.
Mauidhoh hasanah disampaikan oleh Prof. Dr. H. Hasyim Muhammad, M.Ag., yang mengangkat keteladanan hidup kedua pendiri pesantren. Dalam penyampaiannya, beliau menuturkan bahwa semasa hidupnya, Prof. Amin Syukur dan Ibu Fathimah Utsman dikenal sebagai pribadi yang mengamalkan nilai-nilai zuhud, hidup sederhana, dan penuh ketulusan dalam mengabdikan diri untuk umat dan pendidikan.
“Beliau berdua adalah teladan dalam kehidupan zuhud. Hidupnya sederhana, tetapi kaya dalam kebermanfaatan. Apa yang dilakukan bukan untuk dunia, melainkan untuk keberlanjutan dakwah dan pendidikan umat,” tutur Prof. Hasyim Muhammad.
Suasana acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan, diiringi rasa haru dan kebersamaan yang kuat di antara para hadirin. Setelah rangkaian acara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah sebagai bentuk silaturahmi antar tamu undangan.
Menjelang sore hari, seluruh santri melanjutkan rangkaian kegiatan dengan berziarah ke makbaroh pendiri pondok pesantren. Dengan penuh semangat, para santri berangkat bersama menggunakan angkutan umum (angkot) yang difasilitasi oleh pihak pondok. Ziarah ini menjadi momen refleksi sekaligus penguatan ikatan spiritual antara santri dengan para pendiri pesantren.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama seluruh santri dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Momentum ini semakin mempererat ukhuwah serta meneguhkan nilai-nilai spiritual yang telah ditanamkan sepanjang rangkaian haul.
Puncak haul ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa para pendiri, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani nilai kehidupan yang telah diwariskan, khususnya dalam kesederhanaan, keikhlasan, dan pengabdian. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus hidup dan menginspirasi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin dalam melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan.














