Semarang — Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin menyelenggarakan Wisuda ke-2 Santriwati dan Wisuda Pendidikan Sufi Healing Program 200 Jam pada Ahad, 24 Mei 2026, bertempat di Aula Dwi Purwito. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini menjadi momentum penuh syukur atas capaian para santri yang telah menyelesaikan pendidikan kepesantrenan maupun program unggulan Sufi Healing.
Sebanyak 22 santriwati mengikuti prosesi Wisuda ke-2 sebagai tanda telah menuntaskan masa pendidikan di Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin. Pada kesempatan yang sama, sebanyak 25 peserta Pendidikan Sufi Healing Program 200 Jam, yang terdiri atas santri mukim maupun santri kalong, turut dikukuhkan setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran pengobatan holistik berbasis tasawuf yang menjadi salah satu program unggulan pesantren.
Kegiatan wisuda semakin istimewa dengan dikukuhkannya Ani Haryani sebagai wisudawati tahfidz setelah berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Capaian tersebut mendapat apresiasi dan rasa syukur dari seluruh hadirin yang menyaksikan prosesi wisuda.
Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin, KH. Muhammad Zahri Johan, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi harus menjadi cahaya yang menerangi kehidupan dan memberikan manfaat bagi sesama. Wisuda adalah awal perjalanan untuk mengamalkan ilmu dan menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama belajar di pesantren,” tutur beliau.
Mewakili para wisudawan, Miftakhul Jannah menyampaikan rasa syukur serta terima kasih kepada para pengasuh, asatidz, dan orang tua yang telah mendampingi proses pendidikan mereka. Ia mengungkapkan bahwa berbagai pengalaman selama menimba ilmu di pesantren telah membentuk karakter, kemandirian, serta semangat untuk terus belajar dan mengabdi.
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih selama masa pendidikan, pesantren memberikan penghargaan kepada sejumlah wisudawan terbaik. Penghargaan bidang akademik diraih oleh Sayyidah Kamila Nafisa, penghargaan bidang karakter diberikan kepada Miftakhul Jannah, sedangkan penghargaan bidang life skill diraih oleh Berlian Madi Syafi’i.
Suasana wisuda semakin semarak dengan penampilan Tari Gambang Semarang yang dibawakan oleh para santri. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan dan menambah kemeriahan acara tanpa mengurangi kekhidmatan prosesi wisuda.
Mauidzah hasanah disampaikan oleh Ustadz Mustamir Pedak, S.Ked., Pr.Tas. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan para wisudawan bahwa keberhasilan yang diraih hendaknya menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kesuksesan bukan hanya diukur dari seberapa banyak ilmu yang dimiliki, tetapi sejauh mana ilmu itu mampu menghadirkan kemaslahatan bagi diri sendiri dan orang lain. Ilmu yang disertai akhlak dan spiritualitas akan menjadi bekal terbaik dalam menjalani kehidupan,” pesannya.
Agar dapat disaksikan oleh keluarga yang berhalangan hadir secara langsung, seluruh rangkaian kegiatan juga disiarkan melalui live streaming oleh Amin Syukur Media Center. Siaran tersebut memungkinkan para wali santri untuk tetap mengikuti prosesi wisuda dari berbagai daerah.
Suasana haru dan bahagia mewarnai jalannya acara hingga selesai. Kehadiran para wali santri, keluarga besar pesantren, serta para tamu undangan menambah kekhidmatan prosesi yang menjadi penanda berakhirnya satu fase pendidikan sekaligus awal perjalanan pengabdian para lulusan.
Melalui penyelenggaraan wisuda ini, Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin berharap para lulusan dapat menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan siap memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. Sementara para lulusan Pendidikan Sufi Healing diharapkan mampu mengembangkan kompetensinya dalam memberikan layanan kesehatan holistik yang berpijak pada nilai-nilai spiritual Islam.












