• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Rabu, April 22, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Persimpangan Peradaban (1600 M)

M. Zahri Johan by M. Zahri Johan
Juni 4, 2020
in Pengetahuan Islam, Sejarah dan Budaya
Persimpangan Peradaban (1600 M)

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Tajul Arus: Bekas Maksiat

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

Penemuan dan penggunaan mesiu di Abad 16 menggiring pada pengembangan teknologi militer yang memberi para penguasa kekuasaan lebih besar atas rakyat dari pada era sebelumnya. Tiga kerajaan besar Islam yang lahir pada akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16 meliputi: Kekaisaran Syafawi di Iran, Moghul di India dan Utsmani di Anatolia, Suriah, Afrika Utara dan Arab. Di bagian dunia yang lain, Eropa beranjak bangkit dari abad kegelapan dan mulai terlibat dalam percaturan politik dunia. Dua peradaban yaitu Barat dan Timur mulai bersinggungan dan saling bersaing untuk mempengaruhi jalannya narasi sejarah:

Puncak Peradaban Islam

Setelah Era Abbasiah (737-961 M), kebangkitan Peradaban Islam yang ke-2  mencapai puncaknya pada tahun 1600 M melalui kekhalifahan Turki Utsmani, Syafawi, dan Moghul.  Turki Utsmani pada masa Suleiman The Magnificent, merupakan kekuatan terbesar di dunia, wilayahnya meliputi Eropa, Asia, hingga Afrika Utara. Memiliki Roma, Makkah, Mesir dan Palestina. Dinasti Syafawi di Persia mencapai puncaknya pada Syah Abbas yang Agung dan keturunannya. Abbas melengkapi pasukannya dengan senjata api dan meriam, membangun kota setengah dunia ‘Isfahan’, memiliki industri tekstil, keramik, garmen, dan karpet yang diekspor ke Eropa barat, Afrika, dan India. Moghul meraih era keemasan pada masa Shah Jahan, dengan bangunan terindah Taj Mahal dan wilayahnya meliputi: Afghanistan, Pakistan, India, Bangladesh, dan Burma.

Negara muslim besar juga lahir di Uzbekistan (cekungan lembah Oxus) dan di Maroko (berhaluan syiah). Para pedagang muslim bersaing dengan pedagang China, Jepang, Hindu dan Budha di Nusantara. Akhirnya kaum muslim muncul sebagai pemenang dengan islamisasi Nusantara melalui kiprah walisongo di awal abad 16.

Seorang musafir bisa bermuhibah dari pulau-pulau Indonesia ke Bengal, melintasi India, pergi ke Hindu Kush hingga stepa utara sungai Oxus dan kembali melalui Persia, Mesopotamia, dan Asia Kecil lalu ke Balkan (Eropa), mengitari wilayah Laut Hitam melalui wilayah Kaukasus dan ke selatan melalui Arab Saudi ke Mesir dan kemudian ke barat (Maroko) maka akan menemukan dirinya berada dalam dunia yang secara umum diwarnai satu peradaban yang koheren. Di dalam ketiga kerajaan besar tersebut biasanya Orang2 Turki memegang kekuasaan politik dan militer, Sastrawan terdidik menggunakan bahasa Persia sebagai bahasa ilmiah, dan  ritual keagamaan menggunakan bahasa Arab. Pada 1600 M, orang-orang yang berkesempatan mengunjungi kota-kota indah tersebut akan beranggapan bahwa kekaisaran muslim dan wilayah perbatasan yang berdekatan mereka itulah sesungguhnya “dunia”, seperti yang dirasakan orang-orang saat ini ketika berkunjung ke Eropa, Amerika, atau Australia.

Kebangkitan Peradaban Eropa

Sekian lama dalam abad kegelapan menyebabkan masyarakat Eropa hidup seperti bangsa primitif. Sempat terjadi benturan dengan Peradaban Islam melalui perang salib yang terjadi beberapa kali antara tahun 1081-1492 M. Di front sebelah Timur (jalur menuju Palestina) Tentara Salib terakhir lari meninggalkan dunia Islam pada 1291 M, diusir oleh Mamluk Mesir. Di Front Barat (Spanyol) pasukan Kristen di bawah Ferdinand & Isabel berhasil menyerbu Granada dan mengusir umat Islam yang terakhir, setelah dinasti-dinasti Islam selama 7,5 abad menguasai Spanyol.

Secara tidak langsung, persinggungan Eropa dengan peradaban Islam dalam perang Salib ini turut berperan dalam kebangkitan Eropa di abad ke 13-16 M. Perdagangan lewat jalan laut mulai berkembang dan melahirkan negara2 kota: Venesia, Genoa, Florence, Milan. Marcopolo menjelajah hingga China dan Asia, Henry (Portugal) mencari jalan mengitari Afrika, Colombus menemukan benua Amerika, dan Vasco Da Gamma menemukan jalan ke India. Puncak perkembangan perdagangan Eropa diawali dengan terbentuknya perusahaan raksasa: “East India Company” yang digagas oleh Inggris, Belanda, dan Perancis. Penjelajahan Eropa menggila melalui penaklukan Cortez atas Mexico dan Pizarro di Peru.

Setelah Renaissance Italia dan Reformasi Protestan oleh Martin Luther King, Pada abad 15-16 Ilmu pengetahuan dan Seni juga mulai berkembang dengan pesat di Eropa. Lahir maestro Seniman: Leonardo da Vinci, Michelangelo dan penyair Shakespeare. Filosof Politik, Machiavelli meraih kemasyhurannya. Juga muncul ilmuwan-ilmuwan besar: Calvin, Copernicus. Pada Awal abad ke 17, Kepler menulis buku Astronomi dan Teleskop ditemukan, Francis Bacon & Descrates menetapkan metode ilmiah, Galileo & Descrates mengemukakan teori atom bagi kimia modern, Harvey Menemukan peredaran darah, Leuwenhoek menemukan bakteri, Pasteur mengemukakan teorinya, Isaac Newton menulis Principia, dll.

Pergiliran Masa Peradaban

Ada misteri yang menarik untuk difikirkan, ilmuwan muslim telah sampai ke ambang hampir semua penemuan ilmiah di atas jauh sebelum Barat tiba di sana. Abad 8 Jabir (Geber) menyampaikan teori atomnya Democritos serta merintis teknik dan prosedur kimia. Al Khawarizmi (Algoritma) meletakkan fondasi untuk mengembangkan aljabar, aritmatika, trigonometri dan menemukan angka arab untuk hitungan praktis matematis. Abad 10 al-Razi (Razes) membantah teori Galen dalam bidang medis. Abad 11 Ibnu Haytam (Alhazen) menemukan spektrum, menjelaskan metode ilmiah, dan menetapkan kuantifikasi dan eksperimen sebagai dasar eksplorasi ilmiah. Ibnu Sina (Avicena) menganalisis gerak secara matematis seperti yang dilakukan Newton, karya fenomenalnya Al Qanun fi al Tibb (Canon) di bidang kedokteran popularitasnya bertahan di Eropa hingga abad 16 dan 17.

Abad 12 Ibnu Rusyd (Averoes) dari Spanyol, dikenal di Eropa sebagai “Sang Komentator” atas filsafat Aristoteles, karya-karyanya dibaca secara luas dan mempengaruhi pemikiran Thomas Aquinas, Albertus Magnus, Michael Scot, Maimonides dan Roger Bacon. Al Idrisi menulis peta dunia secara akurat dalam Book of Roger, karyanya digunakan secara luas di Barat hingga abad 16-17. Abad 13 Ibnu Nafis menggambarkan peredaran darah dalam tubuh. Nasiruddin at Tusi mengusulkan pergerakan planet yang baru dan berbeda dari teori Ptolomeus, teori ini mempengaruhi karya-karya Copernicus. At Tusi, juga seorang pemerhati masalah etika, dia mengusulkan toleransi beragama dan harmoni budaya untuk menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang agama dan ras berdasarkan kesamaan kemanusiaan.

Tetapi mengapa penemuan-penemuan tersebut tidak dapat mengakibatkan ledakan kemajuan teknologi seperti yang terjadi di Eropa pasca tahun 1600 M? Jawabannya mungkin kaum muslim meraih penemuan-penemuan ilmiah besar mereka pada saat tatanan sosial mulai runtuh, sedangkan di Eropa meraih penemuan-penemuan ilmiah yang besar persis ketika tatanan sosialnya yang sejak lama hancur mulai pulih dan dalam kebangkitan reformasi keagamaan (Protestan) yang mematahkan cengkeraman dogma gereja atas pikiran manusia, memberdayakan individu untuk berspekulasi dengan bebas.

Pada 1600 M Orang-orang Eropa adalah pelaut-pelaut jagoan, terorganisasi sebagai negara-negara bangsa yang solid dan kompak, mereka memikirkan kembali dunia dalam kerangka ilmiah, kantong-kantong mereka penuh berjejalan dengan emas dari benua Amerika, dan mereka secara ekonomis diberdayakan oleh pengusaha proto kapitalis yang bersenjatakan etos baru individualisme.

Semua capaian perkembangan ini berjalan dengan pesat hampir tanpa diketahui oleh dunia muslim dimana, pada saat itu peradaban Moghul sedang memuncak di India, kebudayaan Syafawi sedang mencapai keemasannya di Persia, dan kekaisaran Utsmani baru saja melewati masa puncaknya di Turki, Mesopotamia, Syam, Hijaz, Mesir, dan Afrika Utara

Dan akhirnya peradabanpun dipergilirkan…

وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

…dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, (QS Ali Imron : 140)

 

Referensi:

  1. Tamim Ansary, 2009, Dari Puncak Baghdad Sejarah Dunia Versi Islam, Penerbit Zaman, Jakarta
  2. Karen Armstrong, 2001, Sejarah Islam, Penerbit Mizan, Bandung
  3. Jonathan Lyons, 2013, The Great Bait Al-Hikmah Kontribusi Islam dalam Peradaban Barat, Penerbit Noura Books, Jakarta
  4. Michael H. Hart, 1978, 100 Tokoh Yang paling berpengaruh dalam Sejarah, Pustaka Jaya, Jakarta
  5. Muhammad Majloum K, 2008, 100 Muslim Paling Berpengaruh Pada Sejarah, Penerbit Noura Books, Jakarta
  6. Qasim A.I dan Muhammad A.S, 2014, Sejarah Islam, Penerbit Zaman, Jakarta

                                                                                                                                                      Selanjutnya >>>

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: sejarah islam
Previous Post

Mencintai Rakyat dan Bangsa

Next Post

Barat Mendatangi Timur (Pasca 1600 M)

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan #Aktivitas a. Ketua Ponpes Progresif Fathimah al-Amin b. Guru MAN 2 Kota Semarang c. Pengasuh kawanislam.com # Motto Karakter adalah dasar prestasi

Related Posts

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman
Islam dan Sains

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Desember 18, 2025
Jaminan Surga di Balik Sebuah Titipan: Mengupas Keutamaan Akad Wadī’ah
Qur'an & Hadits

Separuh Iman yang Sering Terlupakan: Mengapa Bersuci Bukan Hanya Soal Fisik?

Desember 17, 2025
Please login to join discussion

Recommended

Manusia dibangkitkan Kembali Melalui Tulang Ekor Setelah Mati

Manusia dibangkitkan Kembali Melalui Tulang Ekor Setelah Mati

Juni 4, 2020
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025

Don't miss it

Kiriman Pembaca

Memotret Dunia Internet

Oktober 21, 2018
Ekonomi ‘Syariah’ atau Kerakyatan ?
Artikel

Ekonomi ‘Syariah’ atau Kerakyatan ?

Juni 3, 2020
Junaid al-Baghdadi
Pengetahuan Islam

Junaid al-Baghdadi

Juni 20, 2023
Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah
Akhlak

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah

Desember 4, 2025
Awan Cumulonimbus Dalam Al-Quran
Islam dan Sains

Awan Cumulonimbus Dalam Al-Quran

Juni 4, 2020
HUDAYBIYAH
Pengetahuan Islam

HUDAYBIYAH

Oktober 29, 2023

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak Amin Syukur cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah hukum Humor Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Kesabaran kisah sufi maulid nabi Muhammad Nabi Ibrahim nafs NKRI NU pendidikan karakter renungan Rohis sains Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi siroh spiritualitas beragama sufi tafsir Tajul Arus Taqwa tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

April 16, 2026
Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Persimpangan Peradaban (1600 M)

 
Barat Mendatangi Timur (Pasca 1600 M)
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend