• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

TOLAK LGBT SEBELUM AZAB DATANG

Ahmad Riyatno by Ahmad Riyatno
November 11, 2018
in Kiriman Pembaca

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Tak Sekadar Wisuda, Fathimah Al-Amin Lepas 48 Lulusan dan Kukuhkan Praktisi Sufi Healing

Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha

Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

Di tahun 2018 ada peristiwa menghebohkan dan menjadi viral karena diliput hampir tiap hari di media cetak dan elektronik tentang penggerebekan aparat pada sebuah event prostitusi gay “The Wild One” di Kawasan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pukul 19. 30 WIB.  Event tersebut digelar  PT. Antlantis Ruko Kokan Permatan B. 15-16. Tim Opsnal dan Resmo Polres Jakarta Utara telah mengamankan  141 orang dan di jerat pasal UU No. 4 tahun 2008 tentang pornografi.  Walaupun dalam penggerebekan tersebut mendapatkan kritik dari koalisi LSM yang terdiri dari LBH Jakarta, LBH Masyarakat, LBH ers, ICJR, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Arus Pelangi,  karena ada anggapan ada penyebaran foto bugil di masyarakat serta indikasi kesewenang-wenangan, penelanjangan. Pelaku ditangkap, digiring dimasukkan kedalam bus angkotan kota menuju Polres Utara. Kepolisian tetap gigih dalam menegakkan UU karena telah  diatur  tentang peran-peran apa saja yang dilarang dalam kegiatan pornografi, sehingga penindakan ini berdasarkan hukum bukan berdasarkan kewenangan yang tidak terbatas. Penyebaran foto-foto dan menjadi viral bukan disebarkan oleh Kepolisian, namun oleh fihak lain. Kabagpenum Divisi Humas Polri Kobes Martinus Sitompul menyatakan  “ Bilamana masyarakat keberatan dengan informasi-informasi yang beredar, silakan mendatangi kami, meminta penjelasan tentang prosesnya. Jangan keberatan itu disampaikan ke masyarakat  tanpa konfirmasi kami, bisa saja informasi yang diterima sepihak. Alangkah baiknya konfirmasi langsung ke kami”. Dengan konfirmasi ke kami, permasalahan akan menjadi jelas.

Penggeledahan pesta ini ternyata menyita perhatian dunia katrena berbegai media luar negeri  seperti  CNN, New York Time, Arab News dan Aljazeraa meliput dengan sudut pandang yang berbeda.   Tindakan ini adalah menunjukkan  kepada publik  dan  merupakan tindakan tegas terhadap kaum LGBT (Lesbi, Gay, Bisexual dan Transgender) di Indonesia.  Kepolisian juga menangkap 4 warga asing (WNA) yang terjaring yang berasal dari Singapura, Malaysia dan Inggris penggerebekan dan akan melaporkan  ke masing-masing kedutaan  besar negara mereka berasal sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Polisi dalam memproses hukum WNA. Polisi berkewajiban melaporkan kepada konsulat jenderal atau kedutaan besar sebuah negara, apabila ada warga negara tersebut yang ditangkap polisi  dalam kaitann peristiwa pidana atau perbuatan melawan hukum.

Kasus panas yang terjadi tersebut memberikan pembelajaran bahwa  Lesbian, gay, biseksual, transgender bahkan pergaulan bebas di kota metropolis sangat rentan. Wajarlah  M. Nasir  sebagai Menristek dan Dikti pernah mengancam keberadaan Lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT)  melalui Support Group and Resource on Sexuality Studies (SGRC) sebagai kelompok  perusak moral bangsa. Pernyataan Nasir juga dikecam balik  oleh Osman Tanjung sekretaris Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia dengan alasan sikap Nasir tidak sesuai dengan Nawacita yang di programkan oleh pemerintah. Sikap Nasir dianggap bertentangan dengan keinginan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi seperti yang dicita-citakan. Nawacita menurut Osman, sebuah perguruan tinggi yang menyensor dan membatasi  debat akademik dan kebebasan berpendapat akan gagal mencapai maksud dan tujuan didirikannya, apalagi untuk menjadi perguruan tinggi yang mengglobal. Urusan LGBT tidak sesuai nilai kesusilaan dan bukan urusannya, Nasir bukan polisi susila, urus saja tupoksi dan Nawacita Kemenristek-Dikti

Menunggu Sikap Pemerintah  Terhadap  Kasus LGBT

Menurut penulis, pernyataan Nasir sebagai orang timur yang taat beragama  tentu dengan melihat fenomena di masyarakat. Permasalahan moral ini akan menjadi gunung es yang menjulang tinggi  yang siap meleleh bila masyarakat sudah toleran dengan merebaknya LGBT. Belajar dari peradaban manusia dikala nabi Luth AS diutus Allah SWT untuk membawa risalah pada kaum Sodom yang saling mencintai sesama jenis, bahkan isterinya nabi Luth AS juga ikut dalam kelompok Sodom akhirnya Allah hancurkan semua pengikutnya yang  tidak taat pada seruan utusanNya. Senada dengan Natsir, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah melarang promosi LGBT di radio dan televise. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga meminta pemerintah untuk melindungi anak-anak dari pengaruh LGBT.

Fakta dilapangan mensikapi LGBT memang ada yang menolak  dan menerima, bahkan di Amerika, perjuangan LGBT didukung dengan sungguh-sungguh oleh Partai Demokrat yang mempunyai faham liberal dan menghargai HAM.  Mensikapi pro dan kontra LGBT, Menko Polhukam Luhut Panjaitan sudah menyatakan akan mekindingi LGBT  karena mereka adalah WNI yang layak mendapatkan perlindungan Negara. Tidak boleh ada kekerasan terhadap mereka, namun untuk orientasi sexual  mereka, Luhut meminta Psikolog dan tokoh agama mengatasinya. Artinya pemerintah sudah mengambil kebijakan sesuai kewenangannya daklam melindungi tiap warga Negara. Menurut penulis sikap Negara masih mengambang, apakah meniru gaya barat atau mengikuti gaya ketimuran yang kental dengan religiusnya, sangat menghornmati agama yang dianutnya dan tentu tidak mudah untuk diterima faham LGBT di Indonesia.

Ketika masyarakat, KPI, KPAI menolak LGBT, United Nations Development Programme (UNDP)  mendukung LGBT dengan menjalin kemitraan dengan Kedutaan Swedia di Bangkok dan USAID dengan mengucurkan dana 8 juta dolar AS atau setara Rp. 108 Milyar untuk mendukung kampanye hak-hak LGBT di empat Negara yaitu Tingkok, Thailand, Filipina dan Indonesia. Proyek ini berlangsung dari Desember 2014 hingga September 2007. Bantuan UNDP untuk Indonesia, biasanya melalui satu pintu Bappenas dan menurut khabar Bappenas masih membicarakan proyek ini dengan perwakilan UNDP di Indonesia, khususnya terkait geger kampanye LGBT di Indonesia.

Semestinya seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan dimanapun berada. Baik disekolah, perguruan tinggi, tempat kerja dan lain-lain. Budaya timur yang taat pada agama dan budaya yang adiluhung sangat berbeda dengan budaya barat yang bebas, bahkan ada beberapa Negara barat yang melegalkan LGBT. Sedangkan kelompok-kelompok pro LGBT yang tidak henti-hentinya mempromosikan persamaan hak bagi mereka yang mengidap kelainan seksual ini dan justru bukan untuk menyandarkannya. Orang tua, guru, dosen, tokoh masyarakat harus mulai mengantisipasi dan melihat perilaku anaknya, apakah perilakunya menyimpang atau tidak. Pemerintah yang masih belum tegas agar fenomena LGBT yang ada di masyarakat segera diatasi secara dini agar tidak terjadi pemakluman. Pemerintah harus siap dengan kenyataan LGBT di masyarakat dengan menghadapi kenyataan ini dengan mengembalikan LGBT ke jalan yang benar.  Kalau pemerintah tidak segera turun dan kurang peduli LGBT sudah merebak dikhawatirkan akan sulit untuk mengantisipasi kedepan.  Kita tidak ingin bangsa Indonesia di musnahkan oleh Allah swt karena kemurkannya sama dengan kaum nabi Luth As. Semoga menjadi renungan.

 

 

 

 

 

 

 

 

”

 

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: LGBTMurka Allah
Previous Post

GERAKAN SEDEKAH

Next Post

Haru Gembira Atas Lahirnya Rahmat (Kasih) untuk Semesta

Ahmad Riyatno

Ahmad Riyatno

Aktivitas: -Guru Al-Qur'an Hadits, Ilmu Kalam MAN 2 Kota Semarang -Trainer ESQ Bina Hati Ikhlas Beramal -Takmir Masjid Al-Ikhlas Sambirejo Semarang - Khotib, pengisi rutin pengajian di kota Semarang - Pengarang buku " Guru pun Semakin Seksi" - kontributor artikel di beberapa surat kabar Motto : Menjadikan hidup berkah dengan menolong sesama Visi : Sejahtera Dunia Akhirat Bersama Keluarga

Related Posts

Tak Sekadar Wisuda, Fathimah Al-Amin Lepas 48 Lulusan dan Kukuhkan Praktisi Sufi Healing
Acara

Tak Sekadar Wisuda, Fathimah Al-Amin Lepas 48 Lulusan dan Kukuhkan Praktisi Sufi Healing

Juni 8, 2026
Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha
Acara

Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha

April 28, 2026
Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin
Acara

Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

April 16, 2026
Puncak Haul Pendiri Pesantren Fathimah Al-Amin Dipadati Jamaah, Keteladanan Zuhud Kembali Dihidupkan
Berita

Puncak Haul Pendiri Pesantren Fathimah Al-Amin Dipadati Jamaah, Keteladanan Zuhud Kembali Dihidupkan

Maret 17, 2026
Khotmil Qur’an dan Arwah Jama’, Santri Fathimah Al-Amin Peringati Haul dengan Spirit Al-Qur’an
Acara

Khotmil Qur’an dan Arwah Jama’, Santri Fathimah Al-Amin Peringati Haul dengan Spirit Al-Qur’an

Maret 17, 2026
Please login to join discussion

Recommended

Telur Rajawali

Telur Rajawali

Juni 4, 2020
Reformasi 1: Pemurnian Islam (Wahabisme)

Reformasi 1: Pemurnian Islam (Wahabisme)

Juni 3, 2020

Don't miss it

Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin Mengadakan Masa Ta’aruf Santri Baru dengan Materi yang Penuh Inspiratif dan Moderat
Acara

Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin Mengadakan Masa Ta’aruf Santri Baru dengan Materi yang Penuh Inspiratif dan Moderat

Agustus 20, 2025
Si Burung Gagak
Hikmah & Muhasabah

Si Burung Gagak

Juni 6, 2020
Mencintai Nabi saw
Hikmah & Muhasabah

Hikmah dipilihnya Hijrah sebagai Awal Tahun Hijriyah

Juni 4, 2020
GERAKAN MENCIUM ANAK SEBELUM BERSEKOLAH
Akhlak

GERAKAN MENCIUM ANAK SEBELUM BERSEKOLAH

Agustus 16, 2025
Rahasia Malam Nisfu Sya’ban
Cerpen

Malam-Malam Maulud (3)

Juni 4, 2020
Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman
Islam dan Sains

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak Amin Syukur cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah hukum Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Literasi Man 2 Semarang maulid nabi Maulud muhasabah nafs NKRI NU pendidikan karakter renungan Rohis sains santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi solusi spiritualitas beragama sufi tafsir tafsir kontekstual Tajul Arus tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Juni 8, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
GERAKAN SEDEKAH

TOLAK LGBT SEBELUM AZAB DATANG

 
Belajar Nasionalisme Dari Butet
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend