Suasana Ramadhan di Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin semakin terasa khidmat dengan berlangsungnya kegiatan Ngaji Kilatan Ramadhan sejak 19 Februari hingga 13 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya pesantren dalam menghidupkan tradisi keilmuan sekaligus memperkuat spiritualitas santri dan masyarakat di bulan suci 1447 H.
Kegiatan dilaksanakan setiap hari dalam dua sesi, yakni setelah salat Tarawih pukul 20.30–21.15 WIB dan setelah salat Subuh pukul 05.00–05.45 WIB, bertempat di Aula Dwi Purwito. Seluruh santri mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Selain itu, kegiatan yang terbuka untuk umum ini juga dihadiri oleh banyak jamaah dari masyarakat sekitar yang turut meramaikan majelis ilmu. Panitia menyediakan takjil gratis sebagai bentuk kebersamaan dan pelayanan kepada para peserta di bulan penuh berkah.
Kitab yang dikaji dalam Ngaji Kilatan tahun ini adalah Hidayatul Adzkiya, karya ulama tasawuf terkemuka, Syaikh Zainuddin bin Ali bin Ahmad al-Ma’bari al-Malibari. Kitab ini membahas penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), pembinaan akhlak, serta tuntunan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui pengkajian kitab tersebut, peserta diajak untuk tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah secara lahiriah, tetapi juga memperdalam dimensi ruhiyah dan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini diampu oleh para asatidz yang juga merupakan akademisi kompeten di bidangnya, yakni Ust. Zahri Johan, S.Si., M.Pd., Syariful Anam, M.S.I., Hanik Rosyida, M.S.I., Dr. Agus Imam Kharomen, M.Ag., Hasisul Ulum, M.Ag., Suaebatul Aslamiyah, Lc., M.S.I., Dr. Ahmad Hakim, M.Ag., serta Baqiyatush Sholihah, S.Th.I., M.Si. Materi disampaikan secara sistematis dan aplikatif sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Pengasuh pesantren, Ust. Zahri Johan, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa Ngaji Kilatan Ramadhan merupakan momentum penting dalam membentuk keseimbangan antara ilmu dan spiritualitas.
“Ramadhan adalah bulan tarbiyah. Melalui Ngaji Kilatan ini, kami ingin menguatkan tradisi keilmuan pesantren sekaligus menanamkan nilai-nilai tasawuf agar para santri dan jamaah tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga memiliki hati yang bersih dan akhlak yang mulia. Ilmu yang dipelajari harus mampu membentuk karakter dan menghadirkan ketenangan dalam kehidupan,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat dari konsistensi kehadiran di setiap sesi, baik pada malam hari maupun selepas Subuh. Suasana kajian berlangsung khidmat, dengan para santri menyimak penjelasan sembari memaknai kitab menggunakan tulisan pegon gandul khas tradisi pesantren, serta mendalami kandungan materi yang disampaikan.
Melalui Ngaji Kilatan Ramadhan ini, Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin meneguhkan komitmennya dalam menjaga tradisi keilmuan yang berakar pada khazanah ulama klasik. Ramadhan menjadi momentum untuk menata hati, memperdalam ilmu, serta memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT. Diharapkan, semangat menuntut ilmu yang tumbuh di bulan suci ini tidak berhenti pada Ramadhan semata, melainkan terus hidup dan menjadi cahaya yang menerangi langkah para santri dan jamaah dalam kehidupan sehari-hari.















