• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Minggu, Juni 7, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Memutus Jemari Hoax

kawanislam by kawanislam
Oktober 30, 2018
in Artikel

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah

Mahasantri: Pengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia

Dari Pesantren Menuju Peradaban Dunia: Kiprah Santri dalam Merawat Indonesia dan Menebar Inspirasi Global

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

Beberapa hari lalu sosmed sudah rame dengan kicauan para tokoh politik yang mengutuk tindakan penganiayaan yang menimpa Ratna Sarumpaet disertai unggahan foto wajah lebam lebam mengerikan di wajah wanita yg pernah saya kagumi atas keberaniannya membela HAM dan Demokrasi di era orde baru.

Rabu (3/10) di depan para pewarta televisi Ratna meralat dengan mengatakan lebam lebam diwajahnya adalah akibat dari operasi plastik sedot lemak, bukan penganiayaan.Ratna juga meminta maaf kepada masyarakat dan para tokoh karena dia telah mengatakan informasi bohong.

Pengakuan ini seperti “Gempa” di Sosmed Tak kalah “dahsyat” dampaknya dg gempa di Palu dan Donggala.

Hari ini, postingan bertemakan Ratna Sarumpaet memenuhi jagad sosmed,ada yang mengutuk dengan dilengkapi meme bullying, ada juga yang mencoba membela dg mengurangi “bobot” dosa ibu Dari artis cantik Atiqah Hasiholan ini.

Saya tak akan menganalisis dosa kebohongan Ratna atau para tokoh yang menyebarkannya karena saya bukan malaikat penghisab dosa.

Saya juga tak akan menganalisis apa motif Ratna karena saya bukan polisi,juga bukan ahli nujum.

Saya hanya berbagi cerita tentang kisah saya yang pernah jadi warso (wartawan ndeso).

Dulu sebelum ada sosmed dan istilah hoax yg begitu beken sekali , wartawan menjadi tersangka utama ketika ada informasi keliru yang sampai ke publik, apapun alasannya.

Kalo narasumber yg berbohong sudah pasti bukan hanya dimaki pembaca tapi SP dari pimpinan akan terbit karena ceroboh memilih pendusta menjadi narasumber.

Informasinya betul tapi kurang konfirmasi,tidak imbang tulisannya (coverbothside),atau keliru ketik satu huruf karena mengantuk atau gagal fokus karena telat makan,tetap saja SALAH,tetap saja akan dimaki oleh pembaca dan dievaluasi dewan redaksi.

Kalau narasumber yang dirugikan gawat lagi,bukan hanya disomasi,kita malah bisa dimejahijaukan atau diserempet motor entah oleh siapa.

Hari ini setelah sosmed menjadi garda depan media yang paling sering dibaca oleh masyarakat,suka atau tidak suka anda yang berkicau di twitter, mengunggah meme di instagram dan memposting tulisan di facebook telah menjadi PEWARTA, karena media yang anda gunakan adalah media publik,bukan Diary.

Menyebarkan informasi yang kemudian ternyata keliru adalah dosa yang harus anda tanggung sama seperti dosa yang pernah saya tanggung.

BEDAnya dulu saya dan teman teman wartawan punya sistem yang memaksa kami untuk teliti, ada etika jurnalistik,ada editor yg melototi,ada hukuman dari pembaca dan pimpinan kami.itu saja ,tak jarang bobol!Bagaimana dengan anda sekarang?

Standar dasar penyebaran informasi yang inti adalah kita harus bisa membedakan FAKTA dan OPINI, disiplin tidak mencampurkan keduanya akan menyelamatkan kita menjadi penyebar hoax.

Standar kedua adalah KONFIRMASI data sehingga faktanya menjadi bulat dan COVERBOTHSIDE, keberimbangan.

Prinsip ketiga adalah NEWS VALUE,yaitu nilai informasi apa yang ingin anda sampaikan pada pembaca.Ini etika moral agar kita tidak menyajikan SAMPAH kepada pembaca.

Jika anda tidak yakin benar informasi yang akan anda sebar tak memenuhi standar itu , jangan pernah menyebarkannya meski dengan alasan KEBAIKAN atau KEBENARAN.Sebab karena anda masih manusia kebaikan dan kebenaran yang tidak terkonfirmasi bisa jadi OPINI sepihak.

Informasi yang iseng kita sebarkan bisa jadi VIRAL karena Viral terjadi jika informasi kita LOOK, LIKE, COMMENT and SHARE.Bisa ratusan,ribuan bahkan jutaan orang membaca berita keliru tanpa kita bisa kontrol. Permintaan MAAF tak akan bisa menghapus semuanya.

Akhirnya Kedisiplinan untuk mencuekkan informasi yg belum terkonfirmasi lebih ringan bagi kita daripada nanti ada pihak lain yang terpaksa memotong jemari kita yang sudah terlanjur menyebarkan HOAX!Wallahualam Bishawab

Muhammad Burhan
Mantan Wartawan Ndeso

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: hoaxperangihoax
Previous Post

Qunut Shubuh: Mengapa Tidak…?

Next Post

MENDESAIN KEBERHASILAN PENDIDIKAN ANAK

kawanislam

kawanislam

Redaksi Kawan Islam.

Related Posts

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah
Akhlak

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah

Desember 4, 2025
Mahasantri: Pengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia
Akhlak

Mahasantri: Pengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia

Desember 4, 2025
Dari Pesantren Menuju Peradaban Dunia: Kiprah Santri dalam Merawat Indonesia dan Menebar Inspirasi Global
Akhlak

Dari Pesantren Menuju Peradaban Dunia: Kiprah Santri dalam Merawat Indonesia dan Menebar Inspirasi Global

Desember 4, 2025
Aktualisasi Cinta Rasul sebagai Paradigma Etika dan Kepemimpinan Kontemporer
Artikel

Aktualisasi Cinta Rasul sebagai Paradigma Etika dan Kepemimpinan Kontemporer

Desember 4, 2025
Akhlak Rasulullah sebagai Cermin Cinta: Menumbuhkan Generasi Beradab di Era Digital
Artikel

Akhlak Rasulullah sebagai Cermin Cinta: Menumbuhkan Generasi Beradab di Era Digital

November 25, 2025
Please login to join discussion

Recommended

Ayat-Ayat Riba

Al-Qur’an sebagai Guide

Juni 4, 2020
Cinta Rasul di Era Digital: dari Like ke Amal Nyata

Cinta Rasul di Era Digital: dari Like ke Amal Nyata

November 25, 2025

Don't miss it

Persimpangan Peradaban (1600 M)
Pengetahuan Islam

Persimpangan Peradaban (1600 M)

Juni 4, 2020
HASHASHIN
Pengetahuan Islam

HASHASHIN

Juni 3, 2020
Hikmah & Muhasabah

Mengenal Diri Sendiri

Oktober 30, 2018
Panggilan Haji
Pengetahuan Islam

Doa Pamungkas Nabi Ibrahim

November 8, 2022
Tadarus Ayat-Ayat Semesta
Islam dan Sains

Tadarus Ayat-Ayat Semesta

Juni 2, 2020
Hitam di Tengah Kemacetan
Cerpen

Hitam di Tengah Kemacetan

Juni 4, 2020

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Kesabaran kesetaraan gender kisah sufi Man 2 Semarang maulid nabi Maulud Nabi Ibrahim nafs NKRI pendidikan karakter Rohis sains Sains islam santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi siroh solusi spiritualitas beragama sufi tafsir Tajul Arus Taqwa tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha

Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha

April 28, 2026
Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

April 16, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Dakwah Moderat: Solusi Problematika Ummat

Memutus Jemari Hoax

 
Islam Dan Media
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend