• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Senin, Mei 25, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Menyoal Agama sebagai Kendaraan Berpolitik

Nanang Qosim by Nanang Qosim
Oktober 27, 2018
in Artikel

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah

Mahasantri: Pengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia

Dari Pesantren Menuju Peradaban Dunia: Kiprah Santri dalam Merawat Indonesia dan Menebar Inspirasi Global

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

Politik dan agama, pada dasarnya, adalah bagian dari dua sisi hidup yang bertolak belakang. Dua esensi, bahkan dua aspek itu sesungguhnya terpisahkan secara ekstrim. Kenapa? Karena keduanya tidak akan pernah bisa berada pada satu titik temu. Atas nama alasan apa pun, atau mau direkayasa dengan cara-cara paling canggih sekalipun, harmoni atas dua aspek ini tidak akan pernah bisa terwujud.

Sebab agama dan politik ibarat air dan api. Kalau keduanya dipaksakan berharmonisasi pada satu titik, keduanya saling membinasakan. Nyala api akan kehilangan daya terang dan daya bakarnya karena dipadamkan air, sementara air juga harus menerima risiko lenyap ditelan bara api. Agama bersikukuh pada kebenaran, kejujuran serta moral dan etika. Sedangkan politik selalu mengintip, mencari kesempatan untuk mengangkangi atau berselingkuh. Dalam politik, kebenaran, kejujuran, serta moral dan etika itu tak lebih dari rangkaian huruf yang cara menghayati maknanya harus dibalik alias jangan dihayati. Kalau memaknai kebenaran dan kejujuran sesuai hakikatnya, itu namanya tidak lagi berpolitik. Seorang politisi tulen tak akan segan-segan bertanya, “Apa itu kebenaran?”.

Apa makna di balik pertanyaan seperti itu? Menjelaskan bahwa politik tidak pernah mengenal kebenaran sebagai dasar mencapai tujuan. Kalau kebenaran saja tidak dikenal, kejujuran serta etika dan moral adalah aspek-aspek praktis tidak punya nilai dalam politik. Dalam politik, kejujuran dan moral, kalau perlu ditaruh di bawah telapak kaki untuk diinjak-injak. Bahkan, tak segan untuk dilenyapkan, kalau kemuliaan dan keluhuran itu berpotensi merusak strategi dan target. Sementara kemuliaan dan keluhuran adalah hal yang utama dalam agama.

Dengan demikian, politisi atau partai politik yang mengusung agama adalah sebuah omong kosong. Kenapa dikatakan begitu? Karena konsekuensinya yang sangat bertolak belakang itu. Kalau partai politik itu konsekuen dalam perjuangannya, pilihannya hanya ada dua. Pertama, mengadopsi budaya politik yang segala sesuatunya dilandasi kepentingan -berarti siap mengingkari kebenaran serta tak peduli pada etika dan moral. Kedua, menolak mengadopsi budaya politik. Kalau sudah begitu, dia bukan lagi politisi atau partai politik.

Komunitas politisi atau partai politik itu hanya punya satu fokus, yakni bagaimana mencapai atau mewujudkan target kepentingan. Ketika kekuatan mayoritas tak tercapai, politisi atau partai politik akan mencari teman yang kurang lebih punya kepentingan sama. Dari situ dibangun sinergi yang popular dengan istilah koalisi. Tanpa kekuatan mayoritas, kepentingan politisi atau partai politik itu tak akan pernah tercapai. Harus ada kompromi. Ini salah satu budaya dalam politik. Bersediakah partai politik pengusung agama memainkan perilaku seperti itu?

Kalau bersedia, partai itu hanya sekadar mencantumkan terminologi-terminologi agama sebagai kendaraan berpolitik. Partai itu sekadar menggemakan terminologi agama untuk mendapatkan simpati dari calon konstituen. Sebab, ketika masuk tahap pembicaraan tentang bagaimana mencapai target kepentingan, terminologi-terminologi agama itu sudah tidak ada lagi. Sebab, si politisi atau partai langsung beradaptasi dengan budaya politik.

Itu sebabnya, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif perlu mengingatkan lagi bahwa partai politik yang berasaskan agama tidak akan laku dan akan ditinggal konstituennya. Apalagi, belum ada bukti partai politik yang berasaskan agama membela rakyat. Sejarah membuktikan, beberapa partai hanya menjadikan agama sebagai kendaraan politik.

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: politik
Previous Post

Mengurai Problematika Nikah Siri

Next Post

Penting Buat Kamu Sob, Berpikir Kritis dan Bijaksana di Era Medsos

Nanang Qosim

Nanang Qosim

Penulis Lepas, Dosen UIN Walisongo Semarang, Guru PAI dan Budi Pekerti SMAN 15 Semarang, Pengurus DPD AGPAII Kota Semarang, Pengurus MGMP PAI SMA Kota Semarang, Pengurus ISNU Kab. Demak, Pengurus LTN NU Kota Semarang, Mantan Redaktur Jurnal EDUKASI UIN Semarang. Pengajar di PP. Darul Falah Be-Songo Semarang.

Related Posts

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah
Akhlak

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah

Desember 4, 2025
Mahasantri: Pengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia
Akhlak

Mahasantri: Pengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia

Desember 4, 2025
Dari Pesantren Menuju Peradaban Dunia: Kiprah Santri dalam Merawat Indonesia dan Menebar Inspirasi Global
Akhlak

Dari Pesantren Menuju Peradaban Dunia: Kiprah Santri dalam Merawat Indonesia dan Menebar Inspirasi Global

Desember 4, 2025
Aktualisasi Cinta Rasul sebagai Paradigma Etika dan Kepemimpinan Kontemporer
Artikel

Aktualisasi Cinta Rasul sebagai Paradigma Etika dan Kepemimpinan Kontemporer

Desember 4, 2025
Akhlak Rasulullah sebagai Cermin Cinta: Menumbuhkan Generasi Beradab di Era Digital
Artikel

Akhlak Rasulullah sebagai Cermin Cinta: Menumbuhkan Generasi Beradab di Era Digital

November 25, 2025
Please login to join discussion

Recommended

Shalat di Katedral

Oktober 31, 2018
Salafiyah Ideologis

Salafiyah Ideologis

Juni 4, 2020

Don't miss it

Berita

Berikan Motivasi bagi Siswa-Siswi Penghafal Alquran

November 6, 2018
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Jalan Kembali ke Cahaya

Desember 17, 2025
Artikel

Hantu Hoaxs Perusak Persatuan

November 1, 2018
Mencintai Nabi saw
Hikmah & Muhasabah

Hikmah dipilihnya Hijrah sebagai Awal Tahun Hijriyah

Juni 4, 2020
Sifat Iffah Untuk Membatasi Diri dalam Pergaulan
Agama

Sifat Iffah Untuk Membatasi Diri dalam Pergaulan

Agustus 30, 2023
HAPPINESS : The End
Akhlak

HAPPINESS : Part 3

Juni 3, 2020

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Kesabaran kesetaraan gender kisah sufi Man 2 Semarang maulid nabi Maulud Nabi Ibrahim nafs NKRI pendidikan karakter Rohis sains Sains islam santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi siroh solusi spiritualitas beragama sufi tafsir Tajul Arus Taqwa tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha

Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha

April 28, 2026
Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

April 16, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Mengoptimalkan Peran Masjid Secara Kaffah

Menyoal Agama sebagai Kendaraan Berpolitik

 
Penting Buat Kamu Sob, Berpikir Kritis dan Bijaksana di Era Medsos
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend