Suasana khidmat terasa di Aula Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin pada Minggu, 1 Maret 2026. Puluhan peserta tampak mengikuti dengan penuh perhatian pelatihan sholat khusyuk bertema “Munajat dalam Sholat”, sebuah kegiatan yang dirancang untuk mengajak peserta memahami makna sholat secara lebih mendalam.
Kegiatan ini merupakan sesi pertama dari rangkaian pelatihan sholat khusyuk yang diselenggarakan di lingkungan pesantren. Acara tersebut menghadirkan narasumber Dr. Agus Imam Kharomen, M.Ag., dan diikuti oleh 54 peserta yang berasal dari kalangan internal maupun eksternal pesantren.
Kegiatan pelatihan ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara dalam peringatan Haul pendiri pesantren, yakni Prof. Dr. KH. Amin Syukur, M.A., dan Dra. Hj. Fathimah Utsman, M.Si. Rangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya melanjutkan nilai-nilai perjuangan dan keteladanan para pendiri pesantren. Adapun puncak peringatan haul dijadwalkan berlangsung pada 15 Maret mendatang.
Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk memahami bahwa sholat tidak hanya sekadar rangkaian gerakan dan bacaan, tetapi juga menjadi ruang munajat—sebuah komunikasi spiritual yang menghadirkan kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.
Dalam pemaparannya, Dr. Agus Imam Kharomen, M.Ag. menekankan pentingnya menghadirkan hati dan kesadaran penuh saat melaksanakan sholat sebagai bentuk penghambaan yang utuh kepada Sang Pencipta. Menurutnya, kekhusyukan tidak hanya terletak pada kesempurnaan gerakan, tetapi juga pada kehadiran hati yang benar-benar terhubung kepada Allah SWT.
Ketua pelaksana kegiatan, Qorri’ Aina, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan pesantren sekaligus menjadi salah satu bentuk program pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh santri Ulya 1. Melalui kegiatan ini, pesantren berupaya memperluas manfaat kajian kepada masyarakat sekitar.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kajian sesaat, tetapi mampu menumbuhkan kebiasaan sholat yang lebih khusyuk dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh pengasuh pesantren, KH. Muhammad Zahri Johan, M.Pd., yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya acara. Ia mengapresiasi antusiasme para peserta yang hadir serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan spiritual di lingkungan pesantren.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari santri internal Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin serta masyarakat umum. Menariknya, kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa asal Thailand yang tinggal di lingkungan perumahan sekitar pesantren.
Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang tersebut menambah semangat kebersamaan sekaligus memperkaya diskusi yang berlangsung selama kegiatan. Interaksi yang terbangun dalam forum ini menunjukkan bahwa pembelajaran tentang kekhusyukan dalam sholat menjadi kebutuhan bersama bagi berbagai kalangan.
Melalui terselenggaranya sesi pertama pelatihan ini, diharapkan pemahaman tentang makna sholat yang khusyuk tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi juga dapat terwujud dalam praktik ibadah sehari-hari. Rangkaian pelatihan selanjutnya diharapkan semakin memperkuat kesadaran spiritual para peserta dalam menjadikan sholat sebagai ruang munajat yang penuh kehadiran hati kepada Allah SWT.














