• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Selasa, Maret 10, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Fundamentalisme Agama

M. Zahri Johan by M. Zahri Johan
Juni 3, 2020
in Pengetahuan Islam, Sejarah dan Budaya
Fundamentalisme Agama

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

Fundamentalisme secara literal berarti berpegang teguh pada ajaran dasar suatu agama. Fundamentalisme agama merupakan suatu kenyataan global yang mengemuka pada setiap agama besar, termasuk islam, sebagai respons atas berbagai masalah seputar modernitas. Pada awalnya orang-orang religius mencoba mereformasi tradisi mereka dalam beragama. Seperti yang telah dilakukan oleh para pembaharu muslim, mereka mengawinkan antara tradisi dengan budaya modern. Tetapi ketika langkah itu terbukti tidak berhasil, sebagian orang beralih menggunakan metode yang lebih ekstrim, dan lahirlah gerakan fundamentalisme.

Contoh dalam kasus ini adalah Sayid Quthb (1906 – 1966). Awalnya dia bukan ekstrimis, melainkan cendekiawan yang penuh antusiasme terhadap budaya dan politik sekuler Barat. Bahkan setelah bergabung ke dalam Ikhwanul Muslimin Mesir, pada tahun 1953, Quthb adalah seorang pembaharu yang berharap bisa memberi dimensi islam pada Demokrasi Barat. Namun pada 1956 dia dipenjarakan oleh Presiden Nasr. Ketika menyaksikan penyiksaan dan eksekusi terhadap anggota IM di kamp konsentrasi dia menjadi yakin bahwa orang religius dan sekuler tidak bisa damai dalam masyarakat yang sama. Dia melangkah lebih jauh dari mentor ideologisnya, Abu Al A’la al Maududi. Ulama Pakistan pendiri Jamaah Islamiyah itu hanya menganggap non muslim sebagai Jahiliyah, sedangkan Quthb menyerukan kaum muslim untuk memisahkan diri dari masyarakat muslim arus utama (berhijrah) dan agar terlibat dalam jihad yang keras melawan taghut (penguasa muslim yang jahiliyah).

Islam Fundamentalis sebagai salah satu representasi dari komunitas islam mempunyai pandangan dengan 4 ideologi penting yaitu: 1). Kembali kepada islam murni sebagaimana dipraktikkan oleh generasi salafus shaleh; 2). Tidak ada pemisahan antara agama dan negara, Islam sebagai ajaran yang integral (syumuliatul islam); 3). Persatuan umat islam (PAN Islamisme); 4) Jihad. Adapun ciri-cirinya: 1) Cenderung melakukan interpretasi literal terhadap teks-teks agama; 2) Menolak pluralisme dan relativisme; 3) Memonopoli kebenaran atas tafsir agama; 4). Mempunyai korelasi dengan fanatisme, eksklusifisme, intoleran, radikalisme dan militansi; 5) Pandangan stigmatis terhadap budaya Barat, mencurigai demokrasi, sekuler, kersetaraan gender, teori evolusi dll yang menjadi ciri masyarakat modern dan 6). Deklarasi perang terhadap paham sekuler.

Para fundamentalis mencari inspirasi dari kejayaan peradaban islam di masa lalu. Umat islam saat ini dipandang sebagai umat yang berada dalam kondisi tidur dan terpuruk dalam hegemoni peradaban dan kekuasaan Barat. Seringkali fundamentalisme awalnya menarik diri dari budaya arus utama lalu bersikap eksklusif. Mereka bertujuan membawa arus utama kembali ke jalan yang benar dan mensakralkan kembali dunia. seringkali reinterpretasi mereka atas agama menjadi radikal dan memiliki pandangan serta perilaku yang ekstrim. Fundamentalisme islam merupakan sayap radikal dari gerakan kebangkitan islam. Kebangkitan islam (revivalisme) memiliki tujuan utama untuk menegakkan Islam dari berbagai bidang: sosial, politik, agama dan kebudayaan dan berbagai level kehidupan sosial: pribadi, keluarga, masyarakat, negara sampai tingkat internasional.

Sebagian kecil orang-orang radikal ini ada yang mengambil jalan kekerasan dan terorisme. Seringkali keputusasaan dan ketakutan yang menggerakkan fundamentalis cenderung mendistorsi tradisi keagamaan, dan menonjolkan aspeknya yang lebih agresif dengan mengorbankan aspek-aspek yang mengajarkan toleransi dan rekonsiliasi. Fundamentalis muslim, dalam perjuangan mereka untuk bertahan hidup, membuat agama sebagai alat penindasan dan bahkan kekerasan. Contohnya pada Taliban yang berkuasa di Afghanistan pada 1994. Sebagian besar Thaliban berasal dari suku  Pashtun, dan mereka cenderung menyasar suku non Pasthun, chauvinisme etnis seperti ini dilarang nabi dan Al Qur’an. Diskriminasi terhadap perempuan benar-benar bertentangan dengan praktik nabi dan perilaku ummah generasi salaf. Taliban contoh fundamentalis tapi visi keagamaannya sangat picik (jumud) dan menyimpangkan iman dan mengubahnya ke arah yang berlawanan dari apa yang menjadi tujuan agama.

Namun, mayoritas fundamentalis sunni tidak mengambil posisi ekstrim seperti itu. Gerakan fundamentalis yang muncul selama 1970-an dan 1980-an semua mencoba untuk mengubah dunia di sekeliling mereka dengan cara yang kurang drastis tetapi tegas. Di seluruh dunia islam, para pelajar dan pekerja berusaha mendirikan masjid dan mengamalkan ritual islam dengan lebih serius, memelihara jenggot dan memendekkan celana panjangnya hingga mata kaki (isbal) sebagai ekspresi kesalehan. Para wanita mulai menggunakan busana muslimah hingga baju kurung dan bercadar. Tubuh terselubung hijab dalam islam menegaskan orientasi pada transendensi dan keseragaman pakaian menghapuskan perbedaan kelas dan menekankan pentingnya komunitas di atas individualisme Barat.

Di Indonesia Fundamentalisme berkembang di kalangan kaum muda terdidik di berbagai universitas, khususnya Perguruan Tinggi Umum. Gerakan fundamentalisme mendapatkan momentum ketika pemerintah orde baru ingin mengadakan strukturisasi di bidang politik dan sosial dengan memaksakan Pancasila sebagai asas semua ormas, kampus dan sekolah disterilkan dari kehidupan politik. Kehidupan di organisasi mahasiswa islam kurang mendapat perhatian, selain itu organisasi mahasiswa islam seperti HMI, PMII dan IMM kurang responsif terhadap isu-isu keislaman yang muncul. Akhirnya pemikiran dan sistem gerakan fundamentalis di berbagai negara islam (transnasional) seperti Hizbut Tahrir, Ikhwanul muslimin, salafi dan jamaah tabligh menjadi alternatif. Selain itu berkembang pula gerakan lokal seperti FPI, MMI dan DDII yang berisi mantan aktivis PII, HMI MPO dan PII. Mereka membuat gerakan-gerakan sistematik dengan sistem sel untuk menghindari tindakan represif rejim Orba. Kampus dan Masjid adalah dua area dimana gerakan islam fundamentalis disemaikan.

<< Sebelumnya                                                                                                                          Selanjutnya >>

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: Fundamentalisme
Previous Post

SYI’AH

Next Post

Salafiyah Ideologis

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan #Aktivitas a. Ketua Ponpes Progresif Fathimah al-Amin b. Guru MAN 2 Kota Semarang c. Pengasuh kawanislam.com # Motto Karakter adalah dasar prestasi

Related Posts

Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Desember 18, 2025
Jaminan Surga di Balik Sebuah Titipan: Mengupas Keutamaan Akad Wadī’ah
Qur'an & Hadits

Separuh Iman yang Sering Terlupakan: Mengapa Bersuci Bukan Hanya Soal Fisik?

Desember 17, 2025
Jaminan Surga di Balik Sebuah Titipan: Mengupas Keutamaan Akad Wadī’ah
Qur'an & Hadits

Jaminan Surga di Balik Sebuah Titipan: Mengupas Keutamaan Akad Wadī’ah

Desember 17, 2025
Please login to join discussion

Recommended

93 Tahun Mengabdi Untuk Bumi Pertiwi

93 Tahun Mengabdi Untuk Bumi Pertiwi

Juni 3, 2020
Menghakimi

Menghakimi

Juni 4, 2020

Don't miss it

Fundamentalisme Agama
Pengetahuan Islam

Fundamentalisme Agama

Juni 3, 2020
Kiriman Pembaca

Berdaulat Tanpa Korupsi

November 30, 2018
Ikhwanul Muslimin
Pengetahuan Islam

Ikhwanul Muslimin

Juni 4, 2020
Kiriman Pembaca

PAEDOFIL MENGANCAM ANAK-ANAK INDONESIA

November 2, 2018
Hikmah & Muhasabah

BELAJAR DARI ALANA, THE RISING STAR HAJI

November 2, 2018
Kiriman Pembaca

TUNA NETRA MENGINSPIRASI

Oktober 22, 2018

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak Amin Syukur cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Kesabaran kesetaraan gender kisah sufi Literasi maulid nabi Muhammad muhasabah Nabi Ibrahim nafs NKRI pendidikan karakter Rohis sains santriprogresif Sejarah sejarah islam sirah Nabawi siroh solusi spiritualitas beragama sufi tafsir tafsir kontekstual Tajul Arus tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Menghadirkan Munajat dalam Sholat, 54 Peserta Ikuti Pelatihan Sholat Khusyuk di Fathimah Al-Amin

Menghadirkan Munajat dalam Sholat, 54 Peserta Ikuti Pelatihan Sholat Khusyuk di Fathimah Al-Amin

Maret 8, 2026
SIS Life Season 4 Sukses Digelar! 35 Peserta Rasakan Hangatnya Pengalaman Kehidupan Santri di Fathimah Al-Amin

SIS Life Season 4 Sukses Digelar! 35 Peserta Rasakan Hangatnya Pengalaman Kehidupan Santri di Fathimah Al-Amin

Maret 5, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
SYI’AH

Fundamentalisme Agama

 
Salafiyah Ideologis
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend