• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Rabu, Juni 24, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Manusia dan Agama

Najmuddin by Najmuddin
Januari 21, 2019
in Artikel

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

Konsep pembentukan alam semesta tak terlepas dari awal mula adanya manusia, Adam alaihis salam adalah sosok manusia pertama yang diciptakan Allah dalam memulai roda kehidupan semesta. Perdebatan pertama yang pernah terjadi di alam semesta ini yaitu ketika Iblis diperintahkan untuk sujud kepada Nabi Adam, namun ia menolak. Sebelumnya setelah Allah menciptakan manusia, Allah memerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam as. Bentuk sujud yang dilakukan malaikat kepada Nabi Adam bukanlah seperti sujud seorang hamba kepada Tuhannya, melainkan sujud penghormatan bahwa manusia adalah mahluk yang paling mulia yang diciptakan oleh Allah SWT.

Seperti yang difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Adz-Dzariyat ayat 56 :

وما خلقت الجنّ والإنس إلاّ ليعبدون

“ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku “

Sebenarnya, sudah jelas untuk apa manusia di dunia ini diciptakan, ya, tak lain hanya untuk beribadah kepada Allah. Jadi manusia hakikatnya merupakan salah satu unsur dari sebuah Agama. Seorang filusuf barat Karl Marx yang menolak keberadaan agama mengatakan bahwa agama adalah candu bagi pemeluknya. Apa yang dikatakan Marx jika kita tarik benang merahnya dengan kondisi bangsa kita hari ini bisa jadi ini sangat relevan. Mengapa tidak? Hari ini, para manusia modern selalu mengedepankan ego mereka sebagai umat beragama dengan bertindak layaknya tuhan, tanpa menyadari bahwa mereka hanyalah seorang hamba. Seorang hamba tentu tidak memiliki hak dan wewenang untuk menghakimi hamba lainnya, karena kedudukan kita setara yaitu sama-sama sebatas hamba, bukan Tuhan.

Manusia modern saat ini yang mengaku sebagai umat beragama sudah jauh melampau batas. Apa yang menjadi pemahamannya harus sama dengan orang lain, tanpa melihat sisi yang berbeda. Padahal sejatinya semua umat manusia akan kembali kepada Tuhan yang satu yaitu Allah SWT. Mereka selalu berpayung pada tebeng agama dalam mempertahankan eksistensi kelompoknya. Agama selalu menjadi senjata mereka dalam merebut kekuasaan.

Hari ini, hak-hak Allah sudah direbut oleh manusia, memvonis, menghakimi, mengkafirkan orang, kita sudah lupa bahwa itu semua bukan wewenang kita dalam kapasitas kita sebagai manusia. Yang kita sakralkan bukan lagi Agama tetapi pemikiran kita terhadap agama itu sendiri, yang kita sakralkan bukan lagi Al-Qur’an, tetapi tafsir kita terhadap Al-Qur’an itu sendiri, yang kita sembah-sembah adalah pemikiran kita, bahwa apa yang kita pahami itulah yang paling benar. Padahal hakikat beragama adalah membersihkan hati, menjernihkan jiwa. Agama akan tetap kokoh dengan sendirinya tanpa perlu kita bela mati-matian, agama adalah wadah supaya kita bisa mendekatkan diri kepada tuhan (Sang Pencipta). Jadi saya sangat setuju dengan apa yang dikatakan Gus Dur bahwa “ Tuhan itu gak perlu dibela “, dengan begitu apakah kita semakin dekat dengan Allah atau justru semakin menjauh?.

Kita sudah lupa, bahwa tugas kita hanya untuk beribadah kepada Allah, tidak lebih dari itu. Sebagai contoh, belum tentu orang yang menghakimi Ahok sebagai penista agama adalah orang yang mengerti akan tafsir Al-Qur’an, bisa jadi kita hanya tergiring opini dan termakan oleh media, tanpa penelaahan yang valid. Hari ini, sudah tidak zamannya orang berdebat mengenai sholat subuh harus dengan qunut atau tidak, pertanyaannya apakah kita masih bertahan dengan kualitas sholat subuh kita yang tepat waktu dan tidak kesiangan?, terkadang kita terlena dengan identitas yang menempel pada diri kita. Kefanatikan kita terhadap suatu embel-embel yang ada pada diri kita membuat kita menutup mata pada kebenaran dari golongan yang berbeda.

Untuk itu, sebelum kita lebih jauh dalam beragama, alangkah lebih baik kita belajar terlebih dahulu bagaimana menjadi manusia yang ideal, manusia yang mengerti akan batasannya, bukan manusia yang bertindak layaknya tuhan. Agama bisa menjadi landasan kita dalam berpolitik, dalam artian nilai-nilai agama harus menjadi pedoman saat kita bertindak dalam berpolitik, larangan untuk curang, korupsi, itu semua diajarkan di agama manapun. Yang menjadi larangan adalah ketika agama dipolitisasi, agama dijadikan alat dalam melancarkan misi berpolitik, dimanipulasi, dieksploitasi demi kepentingan individu.

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: agamaManusia
Previous Post

Ekonomi ‘Syariah’ atau Kerakyatan ?

Next Post

Bom Waktu : Memainkan Atau Dimainkan

Najmuddin

Najmuddin

#Aktivitas a. Mahasiswa S1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta b. Santri Ponpes Minhajul Muslim Yogyakarta c. Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) # Motto " Berfikir sebelum Bertindak "

Related Posts

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam
Artikel

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus
Artikel

Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Juni 8, 2026
Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah
Akhlak

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah

Desember 4, 2025
Mahasantri: Pengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia
Akhlak

Mahasantri: Pengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia

Desember 4, 2025
Dari Pesantren Menuju Peradaban Dunia: Kiprah Santri dalam Merawat Indonesia dan Menebar Inspirasi Global
Akhlak

Dari Pesantren Menuju Peradaban Dunia: Kiprah Santri dalam Merawat Indonesia dan Menebar Inspirasi Global

Desember 4, 2025
Please login to join discussion

Recommended

Lakum Dinukum Wa Liya Diin

Lakum Dinukum Wa Liya Diin

Juni 4, 2020

Tasamuh ke Sesama

Oktober 30, 2018

Don't miss it

Hikmah & Muhasabah

Mau Ngejar Apa?

Oktober 27, 2018
HUDAYBIYAH
Pengetahuan Islam

Bai’ah Aqabah

Oktober 29, 2023
Pengetahuan Islam

Niat Karena Allah

Oktober 30, 2018
Kiriman Pembaca

 ANAK ASET DUNIA AKHIRAT

Oktober 21, 2018
HM Amin Syukur, Guru Besar Ilmu Tasawuf Itu Telah Tiada
Berita

HM Amin Syukur, Guru Besar Ilmu Tasawuf Itu Telah Tiada

Agustus 16, 2025
TAQWANYA PARA PEMULA
Akhlak

TAQWANYA PARA PEMULA

September 13, 2020

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak Amin Syukur cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah hukum Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Literasi Man 2 Semarang maulid nabi Maulud muhasabah nafs NKRI NU pendidikan karakter renungan Rohis sains santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi solusi spiritualitas beragama sufi tafsir tafsir kontekstual Tajul Arus tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Juni 8, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Ekonomi ‘Syariah’ atau Kerakyatan ?

Manusia dan Agama

 
93 Tahun Mengabdi Untuk Bumi Pertiwi
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend