Ramadhan di Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin tahun ini tidak hanya diwarnai dengan semarak Ngaji Kilatan, tetapi juga dengan semangat berbagi yang tumbuh dari tangan para santri sendiri. Setiap malam, usai kajian setelah salat Tarawih, sekitar 100 porsi takjil dibagikan kepada jamaah yang hadir mengikuti majelis ilmu.
Di balik terselenggaranya program ini, terdapat sinergi antarbidang di lingkungan pesantren. Bidang Akademik bertanggung jawab atas jalannya kajian serta sistematika materi yang disampaikan, Bidang Keorganisasian memastikan kesiapan teknis lapangan, sementara Bidang Kewirausahaan mengambil peran penting dalam menyiapkan takjil untuk para jamaah.
Menariknya, takjil berupa minuman dan kudapan yang dibagikan setiap hari merupakan produk home made karya santri. Proses produksi dilakukan sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan yang terintegrasi dalam kegiatan Ramadhan. Dengan demikian, Ngaji Kilatan tidak hanya menjadi ruang penguatan spiritual dan intelektual, tetapi juga wadah untuk menggali potensi enterpreneurship santri secara nyata.
Kegiatan yang terbuka untuk umum ini senantiasa dihadiri oleh santri dan masyarakat sekitar. Kehadiran jamaah dari berbagai kalangan menambah hangat suasana kebersamaan di Aula pesantren. Setiap porsi takjil yang diterima selepas mengaji menjadi simbol sederhana dari kepedulian dan kebersamaan di bulan suci.
Ketua Panitia Ramadhan, Jihan Sahilina, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen pesantren.
“Kami ingin Ramadhan di pesantren ini tidak hanya hidup dengan kajian, tetapi juga dengan kepedulian. Melalui produksi takjil oleh santri, kami belajar bahwa berbagi bisa dimulai dari hal sederhana, dari tangan-tangan yang sedang belajar menjadi mandiri,” ujarnya.
Program takjil ini turut berjalan berkat dukungan walisantri dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan majelis ilmu. Sinergi inilah yang membuat setiap malam Ramadhan terasa lebih bermakna—ilmu disampaikan, santri belajar berkarya, dan jamaah merasakan hangatnya kebersamaan.
Di tengah suasana Ramadhan yang penuh berkah, langkah-langkah kecil seperti inilah yang menumbuhkan harapan. Dari majelis ilmu yang sederhana, dari 100 porsi takjil yang tersaji setiap malam, tersimpan doa dan semangat agar kebaikan terus bertumbuh, meluas, dan memberi manfaat bagi banyak orang.

















