Perumpamaan orang yang maksiat itu seperti periuk/kuali yang masih baru dan dibawahnya dinyalakan api, sebentar saja kuali tersebut akan jadi hitam. Apabila kamu segera mencucinya, maka kuali akan bersih kembali. Akan tetapi bila dIbiarkan, dan digunakan memasak berkali-kali, maka noda hitamnya akan semakin menempel. Dan semakin sulit dibersihkan sehingga akan pecah dan meskipun dicuci tidak akan berguna lagi. Maka dari itu Taubat merupakan perkara yang bisa membersihkan hitamnya hati. Apabila hati sudah bersih, maka akan muncul macam-macam amal baik, dan menebarkan semerbak mewangi penerimaan dari oleh Allah SWT.
Berusahalah mencari taubat dari Allah terus menerus. Sungguh apabila kamu bisa mendapatkan taubat maka waktumu pasti akan menjadi berkualitas, karena taubat itu salah satu anugerah pemberian Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Jadi apabila kamu diberi anugerah taubat, itu menunjukkan kamu dicintai oleh Allah. Allah SWT telah berfirman yang artinya: ”Sesungguhnya Allah cinta pada orang-orang yang bertaubat dari dosa, dan cinta pada orang-orang yang bersesuci dari kotoran”.
Sesungguhnya tidak ada orang yang menginginkan sesuatu, kecuali dia mengetahui kedudukan sesuatu tersebut. Walaupun kamu menebar yaqut/berlian bernilai tinggi di depan ternak, mereka tidak akan tertarik sebab yang mereka sukai adalah dedak. Maka termasuk golongan manakah engkau ? Jika engkau bertaubat maka engkau termasuk golongan orang2 yang dicintai, apabila tidak bertaubat maka engkau termasuk golongan orang yang zalim.
وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
…Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim. (QS. Al-Hujurat : 11)
Janganlah engkau berputus asa dari jalan taubat dengan berkata, “Aku telah berulangkali bertaubat tapi masih terus melanggar”. Sesungguhnya orang yang menderita sakit akan terus berharap sembuh melalui berobat selagi ruh dikandung badan. Ketika seorang hamba bertaubat maka bergembiralah rumahnya di surga, dan berbahagia pula langit dan bumi juga Rasulullah saw
لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS Taubah : 128)
Allah swt tidak berkenan apabila kamu hanya menjadi pecinta, tapi Allah ridho kalau kamu menjadi orang yang dicintai-Nya. Maka dimanakah kedudukan orang yang dikasihi dan orang yang mengasihi? Sangat tercela seorang hamba yang mengetahui kebaikan Dzat yang memberi kebaikan pada dirinya, lalu dia berani maksiat/durhaka kepada Dzat yang memberi kebaikan.
Orang yang maksiat tidak akan pernah mengetahui kebaikan Dzat yang memberinya kebaikan. Tidak akan tahu kedudukan Dzat yang memberi kebaikan, apabila dia tidak mau meneliti (ngawasi) Dzat yang memberi kebaikan. Orang yang sibuk pada selain Allah dia tidak akan beruntung. Anda mengerti jika nafsu itu mengajak pada kerusakan akan tetapi anda selalu mengikuti ajakannya. Anda mengerti kalau hati itu mengajak kepada kebenaran tapi Anda selalu mengingkari ajakannya. Anda mengerti kedudukan Tuhan yang dimaksiati / durhakai, tapi tetap juga melakukan maksiat.
Seumpama orang itu tahu persifatan Tuhan yang didurhakai dengan sifat ke-Agungan-Nya, tentu dia tidak akan berani menghadapinya dengan melakukan maksiat. Seumpama dia tahu betapa dekatnya Tuhan dan dia selalu di awasi, tentu dia tidak akan berani melanggar semua yang sudah dilarang oleh Tuhannya. Seumpama orang itu tahu bekas dari dosa baik yang ada di dunia maupun di akhirat baik dalam keadaan tersembunyi maupun nyata, tentu orang tersebut malu pada Tuhannya. Dan seumpama orang itu tahu kalau dirinya dalam genggaman (kekuasaan) Tuhannya, tentu orang itu tidak akan berani mengingkarinya.
Kontributor: Devi Haniatur Rosyidah








