• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Rabu, April 22, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Penting Buat Kamu Sob, Berpikir Kritis dan Bijaksana di Era Medsos

Miftahul Arifin by Miftahul Arifin
November 28, 2018
in Artikel

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah

Mahasantri: Pengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia

Dari Pesantren Menuju Peradaban Dunia: Kiprah Santri dalam Merawat Indonesia dan Menebar Inspirasi Global

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

Berpikir kritis mendayagunakan akal. Dengan akal manusia bisa berpikir tentang baik dan buruk, apa yang harus dilakukan dan yang tidak bisa dilakukan. Berpikir sangat penting dilakukan sebelum melakukan satu tindakan. Itu disebut berpikiran kritis.

Berpikir kritis dapat diartikan juga dengan kemampuan untuk berpikir yang rasional, yang mencakup kemampuan untuk berpikir reflektif dan independen.

Dengan berpikir aantisipatif manusia tidak akan sembarangan memutuskan sesuatu. Malah, apa pun yang dilakukan pasca-dampak dan negatifnya difikirkan terlebih dahulu dengan matang. Dari berpikir akan lahir etika kebijaksanaan. Orang yang seperti itu disebut bijaksana.

Maka tidak heran, berbicara tentang kebijaksanan tidak bisa dilepaskan dari konteks berpikir kritis. Apakah ada hubungan yang sangat erat dan mendasar. Hanya dalam pemahaman kita selama ini, berpikiran antisipatif (kritis) selalu identik dengan penggunaan akal. Sedangkan bijaksana dengan sikap atau keputusan.

Padahal, jika lihat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, bijaksana memiliki beberapa arti. Diantaranya, pertama, selalu menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya). Kedua, pandai dan hati-hati (cermat, teliti, dan sebagainya). Bijaksana juga diartikan dengan arif dan tajam pikiran.

Di era media sosial seperti sekarang, sangat penting bagi pengguna media sosial agar berpikir kritis. Media sosial sebagai salah satu sumber informasi seperti informasi yang beragam, tidak hanya informasi yang positif tetapi juga informasi negatif seperti beredarnya berita bohong (hoax) atau hate speech (ujaran kebencian).

Berita bohong dan ujaran kebecian sangat jelas bagi pengguna media sosial yang tidak bisa berpikir kritis. Mereka akan terjebak dengan informasi yang salah. Jika hal ini terjadi maka akan melahirkan sikap atau tindakan yang salah juga. Kalau kita lihat di media sosial seperti Facebook atau Twitter, banyak yang terjadi ujaran-ujaran kebencian kepada tokoh-tokoh tertentu karena disimpangkan (pelintiran). Padahal kebenarannya belum tentu, bahkan keliru. Ujung-ujungnya tidak jarang juga beberapa orang yang minta maaf untuk menyanyikan ‘lagu-lagu’ setelah melakuan ujaran kebencian karena kekeliruannya.

Contoh yang lain, mungkin tidak ada yang perlu khawatir tentang masalah kebangkitan PKI. Informasi tersebut secara umum masif di media sosial. Banyak pengguna media sosial yang percaya begitu saja. Namun, masih ada saja orang yang mempermasalahkan lahirnya kembali PKI, yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan tertentu. Terutama dari kelompok Muslim Cyber ​​Army (MCA) dan telah ditangkap oleh yang berwajib.

Di era media sosial kita tidak boleh percaya begitu saja terhadap informasi yang menyebar (viral). Sebelum mengambil keputusan untuk percaya atau tidak, pengguna media sosial harus melakukan perbandingan dengan informasi lain yang serupa. Selain itu, harus menelusuri lebih jauh tentang informasi tersebut. Melakukan cek kebenaran suatu informasi dapat dilakukan dengan mencari tahu komentar-komentar dari orang-orang yang sudah tidak diragukan lagi ketokohannya atau mencari tahu dari mana asal informasi tersebut. Jika tidak tidak jelas maka informasinya harus diragukan.

Dengan berpikir kritis di era media sosial akan lahir sikap-sikap bijaksana yang dapat terwujud dengan tidak terburu-buru bekomentar yang mengarah ke ujaran kebencian. Yang mudah dilakukan adalah diam dan mengubah informasi yang kita terima sebagai pengetahuan saja. Bukan sebagai keputusan untuk menentukan sikap yang harus kita ambil dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita berpikir kritis dan menggunakan media sosial dengan arif dan bijaksana. Sebagai orang yang beragama, kita tahu bahwa agama memiliki missi kedamaian, bukan permusuhan. Sebagai pengguna aktif media sosial, sudahkah kita berpikir kritis?

 

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: Berfikir kritisMedia Sosial
Previous Post

Menyoal Agama sebagai Kendaraan Berpolitik

Next Post

Siapa Bilang Tawassul di Makam Orang Shaleh Musyrik?

Miftahul Arifin

Miftahul Arifin

Mahasiswa Pascasarjana Etika Tasawuf, Penulis Lepas, Jurnalis, Editor, tinggal di Semarang Motto: hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti. email m42arivin@gmail.com

Related Posts

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah
Akhlak

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah

Desember 4, 2025
Mahasantri: Pengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia
Akhlak

Mahasantri: Pengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia

Desember 4, 2025
Dari Pesantren Menuju Peradaban Dunia: Kiprah Santri dalam Merawat Indonesia dan Menebar Inspirasi Global
Akhlak

Dari Pesantren Menuju Peradaban Dunia: Kiprah Santri dalam Merawat Indonesia dan Menebar Inspirasi Global

Desember 4, 2025
Aktualisasi Cinta Rasul sebagai Paradigma Etika dan Kepemimpinan Kontemporer
Artikel

Aktualisasi Cinta Rasul sebagai Paradigma Etika dan Kepemimpinan Kontemporer

Desember 4, 2025
Akhlak Rasulullah sebagai Cermin Cinta: Menumbuhkan Generasi Beradab di Era Digital
Artikel

Akhlak Rasulullah sebagai Cermin Cinta: Menumbuhkan Generasi Beradab di Era Digital

November 25, 2025
Please login to join discussion

Recommended

GERAKAN SEDEKAH

GERAKAN SEDEKAH

Juni 4, 2020
Jaminan Surga di Balik Sebuah Titipan: Mengupas Keutamaan Akad Wadī’ah

Separuh Iman yang Sering Terlupakan: Mengapa Bersuci Bukan Hanya Soal Fisik?

Desember 17, 2025

Don't miss it

Artikel

Pendidikan dalam Perspektif Islam

Oktober 27, 2018
Hikmah & Muhasabah

Mengenal Diri Sendiri

Oktober 30, 2018
HASHASHIN
Pengetahuan Islam

HASHASHIN

Juni 3, 2020
Sang Pecinta
Akhlak

Sang Pecinta

Juni 3, 2020
Persimpangan Peradaban (1600 M)
Pengetahuan Islam

Persimpangan Peradaban (1600 M)

Juni 4, 2020
Islam dan Budaya
Pengetahuan Islam

Islam dan Budaya

Juni 4, 2020

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak Amin Syukur cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah hukum Humor Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Kesabaran kisah sufi maulid nabi Muhammad Nabi Ibrahim nafs NKRI NU pendidikan karakter renungan Rohis sains Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi siroh spiritualitas beragama sufi tafsir Tajul Arus Taqwa tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

April 16, 2026
Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Menyoal Agama sebagai Kendaraan Berpolitik

Penting Buat Kamu Sob, Berpikir Kritis dan Bijaksana di Era Medsos

 
Literasi tentang “Ma Lima”
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend