• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Minggu, Mei 17, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Ibnu Athailah as Sakandri

M. Zahri Johan by M. Zahri Johan
Desember 18, 2025
in Akhlak, Pengetahuan Islam
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

[واعلم] أن المعصية تتضمن نقض العهد وتحليل عقد الود والايثار على المولى والطاعة الهوى وخلع جلباب الحياء والمبادرة للّٰه بما لايرضى

Ketahuilah sesungguhnya maksiat itu mengandung arti merusak janji, dan melepaskan ikatan cinta dengan mengalahkan Tuhannya (Alloh) dan mengikuti kesenangan hawa nafsunya, melepaskan tutupnya rasa malu, dan cepat cepat menuju Alloh dengan mengerjakan perkara yang tidak diridhoi oleh Alloh.

Penjelasan dari kalimat diatas yaitu, Maksiat pada hakikatnya bukan hanya sekadar perbuatan dosa, tetapi juga merupakan bentuk kerusakan terhadap janji seorang hamba kepada Allah. Ketika seseorang bermaksiat, itu berarti ia telah mengingkari komitmen yang pernah ia buat untuk taat dan menjauhi larangan Allah. Maksiat juga menggambarkan bahwa seseorang telah melepaskan ikatan cinta dengan Tuhannya, karena ia lebih memilih mengikuti hawa nafsu dan kesenangan sesaat dibandingkan ketaatan kepada Allah. Selain itu, maksiat menunjukkan bahwa rasa malu dalam dirinya telah memudar, padahal rasa malu adalah pelindung utama yang menjaga manusia dari keburukan. Lebih jauh lagi, manusia sebenarnya selalu berjalan menuju Allah setiap hari seiring bertambahnya usia, namun sangat disayangkan bila perjalanan itu diisi dengan perbuatan yang tidak diridloi-Nya. Dengan demikian, maksiat bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga merusak hubungan spiritual antara hamba dan Tuhannya.

مع في ذلك من آثار الظاهرة من ظهور الكدورة في أعضاء والجمود في العين والكسل في الخدمة وترك الحفظ للحرمة وظهور كسب الشهوات وذهاب بهجة الطاعات

Selain merusak hubungan dengan Allah, maksiat juga meninggalkan bekas yang tampak nyata pada diri pelakunya. Seseorang yang sering berbuat maksiat biasanya terlihat memiliki wajah yang suram dan tidak bercahaya, karena hatinya dipenuhi kegelapan. Tatapannya menjadi keras, mencerminkan hati yang mulai jauh dari kelembutan iman. Ia juga menjadi malas dalam beribadah dan berkhidmat kepada Allah, seolah kehilangan semangat untuk melakukan kebaikan. Selain itu, ia cenderung sulit menjaga kehormatan diri, karena maksiat melemahkan kontrol diri dan merusak rasa malu. Hidupnya banyak dihabiskan untuk mengejar keinginan hawa nafsu, sehingga ia bersungguh-sungguh dalam mengejar hal-hal yang tidak bermanfaat, tetapi justru lemah dalam menjalankan ketaatan. Bekas-bekas inilah yang menjadi tanda bahwa maksiat tidak hanya berdampak pada jiwa, tetapi juga pada perilaku dan penampilan seseorang.

وأما الاثار الباطنة فكالقساوة في القلب ومعاندة النفس وضيق الصدر بالشهوات وفقدان حلاوة الطاعات وترادف الأغيار المعانة من بروق شوارق الأنوار واستيلاء دولة الهوى إلى غير ذلك من ترادف الارتياب ونسيان المٱب وطول الحساب

Selain meninggalkan bekas yang tampak dari luar, maksiat juga memberi dampak batin yang jauh lebih berbahaya. Maksiat menyebabkan hati menjadi keras, sehingga nasihat, peringatan, dan ayat-ayat Allah tidak lagi menyentuh jiwa. Dada pun dipenuhi oleh syahwat dan keinginan duniawi, sampai-sampai ketaatan tidak lagi terasa manis atau menenangkan. Cahaya kebaikan sulit memancar dari diri seseorang karena banyaknya penghalang batin yang muncul akibat dosa. Ia juga menjadi mudah dikuasai oleh hawa nafsu sehingga lebih sering kalah dalam melawan hal-hal buruk. Selain itu, hati mulai dipenuhi keraguan, jauh dari keyakinan yang kuat (mamang). Pelaku maksiat juga sering lupa bahwa suatu saat ia pasti akan kembali menghadap Allah, sehingga hidupnya berjalan tanpa arah. Bahkan, ketika mengingat hari perhitungan amal, ia merasa cemas dan terbebani karena menyadari betapa panjang dan beratnya pertanggungjawaban yang harus dihadapi. Inilah dampak batiniah maksiat yang membuat seseorang semakin jauh dari ketenangan dan kedekatan dengan Tuhannya.

فإن كانت الذنوب منفتحة الأبواب في وجهك فاستغث باللّٰه والجأإليه وأحث التراب على رأسك وقل

اَللّٰهُمَّ انْقُلْنِي مِنْ ذُلِّ الْمَعْصِيَّةِ إِلَى عِزِّالطَّاعَةِ

Karena itu, apabila dosa telah tampak jelas di hadapanmu- baik dosa yang terlihat maupun yang tersembunyi di dalam hati- maka segeralah memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala. Jangan menunda atau menunggu keadaan semakin buruk. Datanglah kepada-Nya dengan penuh kerendahan diri, merasa hina di hadapan-Nya sebagaimana seseorang yang menaburkan tanah di kepalanya sebagai tanda penghambaan dan penyesalan. Rendahkan hatimu, akui kelemahanmu, dan mintalah agar Allah menyelamatkanmu dari maksiat yang merendahkan harga diri seorang hamba. Berdoalah dengan sepenuh hati:

اَللّٰهُمَّ انْقُلْنِي مِنْ ذُلِّ الْمَعْصِيَّةِ إِلَى عِزِّالطَّاعَةِ

“Ya Allah, pindahkanlah kami dari kehinaan maksiat menuju kemuliaan ketaatan kepada-Mu.” Doa ini merupakan bentuk pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu membalikkan hati, menguatkan jiwa, dan mengeluarkan seseorang dari gelapnya dosa menuju cahaya ketaatan.

وزر ضراىٔح الأولياء والصالحين وقل

يَا أَرْحَمَ الرَّا حِمِيْنَ.

Selain memohon pertolongan kepada Allah, berusahalah pula untuk berziarah ke makam para wali dan orang-orang saleh. Ziarah ini bukan untuk meminta sesuatu kepada mereka, tetapi sebagai sarana mengingat akhirat, melembutkan hati, serta mengambil pelajaran dari kehidupan orang-orang pilihan Allah yang telah Allah muliakan. Dengan mengunjungi makam mereka, seorang hamba diharapkan merasakan kembali ketenangan, kerendahan diri, dan dorongan untuk memperbaiki amal. Saat berziarah, disunnahkan memperbanyak doa, di antaranya membaca “Yaa Arhamar-Raahimiin”– “Wahai Dzat Yang Maha Penyayang, sayangilah kami.” Dzikir ini menjadi permohonan agar Allah melimpahkan rahmat-Nya dan meneguhkan kita untuk kembali pada jalan ketaatan, sebagaimana para wali dan orang-orang saleh yang istiqamah dalam kebaikan.

 

Kontributor: Laeli Sagita

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: Ibnu AthaillahTajul Arus
Previous Post

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Next Post

SIS LIFE Season 4 Segera Hadir! Program Seru Pembentukan Karakter Anak di Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan #Aktivitas a. Ketua Ponpes Progresif Fathimah al-Amin b. Guru MAN 2 Kota Semarang c. Pengasuh kawanislam.com # Motto Karakter adalah dasar prestasi

Related Posts

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman
Islam dan Sains

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Desember 18, 2025
Jaminan Surga di Balik Sebuah Titipan: Mengupas Keutamaan Akad Wadī’ah
Qur'an & Hadits

Separuh Iman yang Sering Terlupakan: Mengapa Bersuci Bukan Hanya Soal Fisik?

Desember 17, 2025
Jaminan Surga di Balik Sebuah Titipan: Mengupas Keutamaan Akad Wadī’ah
Qur'an & Hadits

Jaminan Surga di Balik Sebuah Titipan: Mengupas Keutamaan Akad Wadī’ah

Desember 17, 2025
Please login to join discussion

Recommended

MANAJEMEN KURIKULUM BERBASIS PENDIDIKAN LIFE SKILL DI PONDOK PESANTREN PROGRESIF FATHIMAH AL-AMIN

MANAJEMEN KURIKULUM BERBASIS PENDIDIKAN LIFE SKILL DI PONDOK PESANTREN PROGRESIF FATHIMAH AL-AMIN

Agustus 20, 2025
Mencintai Rakyat dan Bangsa

Mencintai Rakyat dan Bangsa

Juni 4, 2020

Don't miss it

Hikmah & Muhasabah

MERINDUKAN PEMIMPIN YANG BERANI DAN BERNURANI

November 27, 2018
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025
Kiriman Pembaca

PAEDOFIL MENGANCAM ANAK-ANAK INDONESIA

November 2, 2018
Berita

Berikan Motivasi bagi Siswa-Siswi Penghafal Alquran

November 6, 2018
HAPPINESS : The End
Akhlak

HAPPINESS : Part 3

Juni 3, 2020
Pengetahuan Islam

Niat Karena Allah

Oktober 30, 2018

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Kesabaran kesetaraan gender kisah sufi Man 2 Semarang maulid nabi Maulud Nabi Ibrahim nafs NKRI pendidikan karakter Rohis sains Sains islam santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi siroh solusi spiritualitas beragama sufi tafsir Tajul Arus Taqwa tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha

Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha

April 28, 2026
Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

April 16, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tajul Arus: Bekas Maksiat

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

 
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend