• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Jumat, Maret 27, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Taubat dan Ketenangan Jiwa

M. Zahri Johan by M. Zahri Johan
Oktober 2, 2021
in Agama, Konsultasi
Taubat dan Ketenangan Jiwa

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Amalan dan Do’a Rabu Terakhir di Bulan Safar (Rebo Wekasan)

Sifat Iffah Untuk Membatasi Diri dalam Pergaulan

Belajar Tasawuf

  • 1share
  • 1
  • 0
  • 0

Tanya

Prof. Amin, setiap saya ingin mendekatkan diri kepada Allah dan bertaubat, perasaan ketakutan dan was-was serta dosa selalu muncul. Bagaimana caranya menghilangkan rasa was-was, rasa takut, dan rasa bedosa ini. Kenapa hati saya ini masih belum bisa tenang, padahal saya sudah melaksanakan shalat tahajud dan disertai dzikir?

Jawab

Disadari bahwa setiap manusia pernah melakukan kesalahan ataupun dosa, namun sebesar apapun dosa itu (selain menyekutukan Allah), masih dapat diperbaiki selama manusia tersebut mau bertaubat sebagaimana janji Allah dalam surah al-Maidah ayat 39, “Barangsiapa bertaubat setelah melakukan kejahatan atau dosa serta memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya”.

Keinginan anda untuk bertaubat serta mendekatkan diri kepada Allah merupakan sikap yang tepat, karena hanya dengan bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah akan membawa kepada ketentraman batin (kebahagiaan) sebagaimana firman Allah dalam surah al-Nur ayat 31, “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman supaya kamu bebahagia”.

Saya yakin anda akan sembuh dari rasa was-was bila melakukan taubat secara benar dan tulus atau dalam istilah agama dikenal dengan taubataan nasuha, yaitu taubat yang penuh kesadaran dan penghayatan dengan cara-cara tertentu, sebagaimana diperintahkan Allah dalam surah at-Tahrim ayat 8, “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang setulus-tulusnya (semurni-murninya)”..

Dalam ajaran Islam taubat demikian itu memiliki empat komponen yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan. Komponen ini sebagai unsur utama dari taubat itu sendiri. Bahkan Rasulullah saw mengemukakan bahwa “Penyesalan itulah taubat” (HR. Ibnu Majah)
  2. Berketetapan hati untuk tidak mengulangi kesalahan serupa dengan cara memisahkan diri (menjauhkan diri) dari areal atau orang-orang yang berbuat dosa, karena hal itu hanya akan mendorong kita kepada upaya pengingkaran serta menanamkan keragu-raguan pada tujuan awal taubat kita.
  3. Memperbaiki kesalahan dengan cara menebarkan kebajikan di muka bumi seperti menebarkan kedamaian, membantu yang lemah serta membela mereka yang teraniaya dan perbuatan baik lainnya.
  4. Mencari ridha Allah kepada sesama atas kesalahan yang telah diperbuatnya. Bila menyangkut materi, maka harus dikembalikan kepadanya atau mencari ridhanya. Jika berupa kehormatan dan harga diri, maka harus meminta maaf kepadanya. Apabila sudah mati atau sulit ditemui, maka memohonkan ampunan dari Allah atas dosa-dosanya, dan setelah itu anda meyakini telah diampuni.

Berdasarkan poin-poin ajaran di atas, persoalan anda yaitu cara menghilangkan rasa was-was dan rasa berdosa dapat dilakukan dengan taubat yang benar, dan yakin Allah telah mengampuni. Orang yang berbuat dosa ibarat kepanasan dan kepayahan karena berada di tengah gurun sahara, dan taubat bagaikan tim rescue yang menolong  lalu membawa anda kepada kesejukan hotel berbintang. Tentu sangat aneh, jika anda sudah berada di tempat yang sejuk tapi hati dan pikiran tetap merasakan kepanasan.

Untuk menghindari kondisi seperti itu, setelah bertaubat anda harus benar-benar menyesal atas dosa yang telah dilakukan dengan cara meminta ampun kepada Allah serta meminta maaf kepada orang yang menjadi korban atau dampak dari dosa anda. Tanpa meminta maaf kepada orang yang menjadi korban, maka selama itu pula anda akan dibayang-bayangi rasa berdosa dan bersalah dan ini berdampak pada sakit rohani serta berakibat pada sakit jasmani (psikosomatik).

Alasan ini pulalah yang mungkin menimbulkan hati anda belum merasa tenang, padahal telah melakukan shalat tahajud dan dzikir kepada Allah. Dzikir kepada Allah yang mampu menentramkan jiwa hanya bisa dilakukan oleh mereka yang telah bersih jiwanya dari rasa bersalah dan dosa baik kepada Allah maupun kepada sesama makhluk-Nya.

  • 1share
  • 1
  • 0
  • 0
Previous Post

Belajar Tasawuf

Next Post

Singa Allah dan Panglima Syuhada

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan #Aktivitas a. Ketua Ponpes Progresif Fathimah al-Amin b. Guru MAN 2 Kota Semarang c. Pengasuh kawanislam.com # Motto Karakter adalah dasar prestasi

Related Posts

Amalan dan Do’a Rabu Terakhir di Bulan Safar (Rebo Wekasan)
Agama

Amalan dan Do’a Rabu Terakhir di Bulan Safar (Rebo Wekasan)

Agustus 19, 2025
Sifat Iffah Untuk Membatasi Diri dalam Pergaulan
Agama

Sifat Iffah Untuk Membatasi Diri dalam Pergaulan

Agustus 30, 2023
Belajar Tasawuf
Agama

Belajar Tasawuf

September 18, 2021
Shalat Berjamaah Ketika ada Wabah Corona
Agama

Shalat Berjamaah Ketika ada Wabah Corona

Juni 2, 2020
Mencampur Beberapa Madzhab (Talfiq)
Agama

Mencampur Beberapa Madzhab (Talfiq)

Juni 2, 2020
Please login to join discussion

Recommended

Bahloel Tindak Haji

Bahloel Tindak Haji

November 2, 2022
Reformasi 1: Pemurnian Islam (Wahabisme)

Reformasi 1: Pemurnian Islam (Wahabisme)

Juni 3, 2020

Don't miss it

Studium General 2025: Peran dan Kontribusi Perempuan di Tengah Kemajuan Artificial Intelligence dan Ilmu Pengetahuan
Berita

Studium General 2025: Peran dan Kontribusi Perempuan di Tengah Kemajuan Artificial Intelligence dan Ilmu Pengetahuan

Agustus 31, 2025
Sunan Kalijaga
Pengetahuan Islam

Sunan Kalijaga

Juni 20, 2023
Bahloel Tindak Haji
Cerpen

Kaji Bahloel

November 2, 2022
Ekonomi ‘Syariah’ atau Kerakyatan ?
Artikel

Ekonomi ‘Syariah’ atau Kerakyatan ?

Juni 3, 2020
HIJRAH
Pengetahuan Islam

HIJRAH

Oktober 26, 2022
Junaid al-Baghdadi
Pengetahuan Islam

Junaid al-Baghdadi

Juni 20, 2023

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah hukum Humor Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Kesabaran kisah sufi Man 2 Semarang maulid nabi Nabi Ibrahim nafs NKRI pendidikan karakter Rohis sains Sains islam santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi siroh spiritualitas beragama sufi tafsir tafsir kontekstual Tajul Arus Taqwa tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026
Puncak Haul Pendiri Pesantren Fathimah Al-Amin Dipadati Jamaah, Keteladanan Zuhud Kembali Dihidupkan

Puncak Haul Pendiri Pesantren Fathimah Al-Amin Dipadati Jamaah, Keteladanan Zuhud Kembali Dihidupkan

Maret 17, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Belajar Tasawuf

Taubat dan Ketenangan Jiwa

 
Sifat Iffah Untuk Membatasi Diri dalam Pergaulan
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend