• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Minggu, Mei 17, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Tantangan Dakwah di Tha’if

Editor: HM. Zahri Johan

Siti Musfiroh by Siti Musfiroh
Desember 10, 2023
in Pengetahuan Islam, Sejarah dan Budaya
Tantangan Dakwah di Tha’if

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Tajul Arus: Bekas Maksiat

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

Peristiwa hijrahnya Rasulullah Ṣaw ke Tha’if merupakan salah satu episode penting dalam sejarah Islam. Ketika Abu Thalib wafat, Rasulullah Ṣaw mengalami gangguan dari kaum Quraisy. Ketika gangguan dan perlawanan dari kaum Quraisy kepada beliau dan umat Islam semakin meningkat, beliau memutuskan untuk pergi ke Tha’if.

Kota Tha’if merupakan kota besar ketiga sesudah Makkah dan Yastrib yang letaknya di sebelah tenggara kota Makkah dengan jarak sekitar 75 mil. Kota ini terletak pada punggung gunung Ghazwan. Penduduk kota Tha’if adalah suku Tsaqif, yang merupakan pesaing Quraisy dalam perdagangan dan kepercayaan. Disebutkan dalam firman Allah:

وَمَآ اَرْسَلْنَا فِيْ قَرْيَةٍ مِّنْ نَّذِيْرٍ اِلَّا قَالَ مُتْرَفُوْهَآ ۙاِنَّا بِمَآ اُرْسِلْتُمْ بِهٖ كٰفِرُوْنَ. وَقَالُوْا نَحْنُ اَكْثَرُ اَمْوَالًا وَّاَوْلَادًاۙ وَّمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ

Dan setiap Kami mengutus seorang pemberi peringatan kepada suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) berkata, Kami benar-benar mengingkari apa yang kamu sampaikan sebagai utusan. Dan mereka berkata, Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab. (QS. Saba’: 34-35)

Rasulullah Ṣaw pergi ke Tha’if bersama dengan Zaid bin Harithah. Ketika sampai di Tha’if, beliau menemui kelompok para pemuka dan pimpinan Bani Tsaqif dan mengajak mereka untuk beriman kepada Allah SWT. Ternyata beliau menghadapi penolakan yang sangat keras. Seperti mengusir orang gila dari kampung, mereka menyuruh orang-orang bodoh dan budak-budak untuk mencela, meneriaki, dan melempari beliau dengan batu. Sungguh perbuatan yang amat tercela pada seorang rasul yang sangat mulia.

Dalam kondisi kepayahan Rasulullah Ṣaw berlindung di sebuah kebun kurma milik orang Quraish, yaitu Utbah bin Rabi’ah dan Syaibah. Demi menyaksikan perlakuan buruk penduduk Tha’if kepada sesame Quraish, tergeraklah kehormatan mereka. Uthbah memanggil seorang budak beragama Nasrani, yaitu ‘Addas, seraya mengatakan, “Petiklah anggur secukupnya, letakkanlah di atas talam ini, kemudian bawalah kepada laki-laki itu. Persilahkan ia untuk memakannya.”

Meskipun penuh kesulitan, peristiwa ini juga mengandung hikmah dan pelajaran penting:

  1. Tawakal dan keyakinan pada takdir Allah

Rasulullah Ṣaw dan Zaid bin Haritsah bersembunyi di kebun milik Uthbah bin Rabi’ah untuk menghindari kejaran orang-orang Tha’if. Di sana, Rasulullah Ṣaw memanjatkan doa:

“Ya, Allah kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku, kurangnya kesanggupanku, dan kerendahan diriku berhadapan dengan manusia. Wahai Zat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Engkaulah Pelindung bagi si lemah dan Engkau jualah pelindungku! Kepada siapa diriku hendak Engkau serahkan? Kepada orang jauh yang berwajah suram terhadapku, ataukah kepada musuh yang akan menguasai diriku? Jika Engkau tidak murka kepadaku, maka semua itu tak kuhiraukan, karena sungguh besar nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku. Aku berlindung pada sinar cahaya wajah-Mu, yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan di dunia dan akhirat dari murka-Mu yang hendak Engkau turunkan dan mempersalahkan diriku. Engkau berkenan. Sungguh tiada daya dan kekuatan apa pun selain atas perkenan-Mu.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir)

Dalam doa tersebut, Rasulullah Ṣaw bersandar kepada Allah SWT atas usahanya dalam menyampaikan dakwah. Meskipun tidak mendapatkan penerimaan yang baik di Tha’if, beliau tetap tawakal dan percaya pada takdir yang ditentukan oleh Allah SWT. Ini mengajarkan kepada kita untuk menerima takdir dengan lapang dada dan yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari rencana Allah SWT yang lebih besar.

  1. Sabar, berhati lembut, dan ketabahan

Mendengar doa Rasulullah Ṣaw, Allah SWT mengutus malaikat Jibril untuk menyampaikan bahwa Allah SWT menerima doa beliau. Bersama Jibril turut serta malaikat penjaga gunung yang berkata, “Wahai Muhammad! Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan kaummu terhadapmu. Aku adalah malaikat penjaga gunung dan Rabb-mu telah mengutusku kepadamu untuk engkau perintahkan sesukamu, jika engkau suka, aku bisa membalikkan Gunung Akhsyabin ini ke atas mereka.”

Rasulullah Ṣaw menolak tawaran tersebut. Bahkan, beliau berharap bahwa suatu saat nanti orang-orang Tha’if akan memeluk Islam dan beriman kepada Allah SWT. Rasulullah Ṣaw kemudian berdoa, “Ya Allah! Tunjukkanlah kaumku (ke jalan yang lurus), karena sesungguhnya mereka itu tidak mengerti.”

Sekalipun sudah dilempari batu hingga terluka parah, Rasulullah Ṣaw tidak menyimpan dendam kepada para penduduk Tha’if. Di kemudian hari, penduduk Tha’if akhirnya menjadi pengikut Rasulullah Ṣaw dan memeluk agama Islam.

Dari kisah tersebut, Rasulullah Ṣaw menunjukkan bahwa dakwah harus dilaksanakan dengan penuh kesabaran dan kelembutan hati. Karena tujuan dakwah adalah menyampaikan wahyu dan membawa kebaikan, maka jangan sampai perasaan kecewa dan dendam justru malah membawa keburukan bagi orang-orang yang dituju.

  1. Membalas keburukan dengan kebaikan

Rasulullah Ṣaw memberikan teladan mulia dalam peristiwa Thaif. Meskipun menghadapi penolakan dan penistaan, beliau justru mendoakan kebaikan bagi suku Tsaqif. Beliau memohon kepada Allah agar dibangkitkan dari keturunan orang-orang Thaif generasi yang bisa menerima dakwah Islam.

Doa ini dijawab oleh Allah SWT. Meskipun suku Tsaqif termasuk kaum yang paling akhir memeluk agama Islam, namun ketika Nabi saw wafat dan muncul gerakan kemurtadan di banyak tempat, orang-orang Tsaqif khususnya dari kalangan generasi mudanya tampil menegakkan panji-panji agama Islam. Bersama khalifah Abu Bakar mereka tampil ke medan perang, berjuang memberantas musuh-musuh Islam.

Allah berfirman dalam al-Qur’an:

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. (Fussilat : 34)

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: sirah NabawiThaif
Previous Post

Bai’ah Aqabah

Next Post

Tata Kelola Bisnis dengan Moralitas Inspirasi dari Nabi Muhammad SAW

Siti Musfiroh

Siti Musfiroh

Related Posts

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman
Islam dan Sains

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Desember 18, 2025
Jaminan Surga di Balik Sebuah Titipan: Mengupas Keutamaan Akad Wadī’ah
Qur'an & Hadits

Separuh Iman yang Sering Terlupakan: Mengapa Bersuci Bukan Hanya Soal Fisik?

Desember 17, 2025
Please login to join discussion

Recommended

TAQWANYA PARA PEMULA

TAQWANYA PARA PEMULA

September 13, 2020
Rahasia Malam Nisfu Sya’ban

Malam-Malam Maulud (3)

Juni 4, 2020

Don't miss it

Burung Gereja
Hikmah & Muhasabah

Burung Gereja

Juni 4, 2020
Barat Mendatangi Timur (Pasca 1600 M)
Pengetahuan Islam

Barat Mendatangi Timur (Pasca 1600 M)

Juni 4, 2020
Dari Gerakan Menuju Kekhusyukan: 50 Peserta Ikuti Pelatihan Sholat Khusyuk Sesi Kedua di Fathimah Al-Amin
Acara

Dari Gerakan Menuju Kekhusyukan: 50 Peserta Ikuti Pelatihan Sholat Khusyuk Sesi Kedua di Fathimah Al-Amin

Maret 17, 2026
Mencintai Nabi saw
Hukum

Mencintai Nabi saw

Juni 4, 2020
Sejarah Maulid Nabi saw
Hukum

Sejarah Maulid Nabi saw

Juni 4, 2020
Haru Gembira Atas Lahirnya  Rahmat (Kasih) untuk Semesta
Hukum

Haru Gembira Atas Lahirnya Rahmat (Kasih) untuk Semesta

Oktober 29, 2020

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Kesabaran kesetaraan gender kisah sufi Man 2 Semarang maulid nabi Maulud Nabi Ibrahim nafs NKRI pendidikan karakter Rohis sains Sains islam santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi siroh solusi spiritualitas beragama sufi tafsir Tajul Arus Taqwa tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha

Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha

April 28, 2026
Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

April 16, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Bai’ah Aqabah

Tantangan Dakwah di Tha’if

 
Tata Kelola Bisnis dengan Moralitas Inspirasi dari Nabi Muhammad SAW
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend