• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Minggu, Mei 17, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Rahasia Manusia (3)

Mengenal Nafs

M. Zahri Johan by M. Zahri Johan
November 18, 2022
in Akhlak, Pengetahuan Islam
Rahasia Manusia (3)

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Tajul Arus: Bekas Maksiat

  • 6shares
  • 3
  • 0
  • 3

Nafs adalah unsur yang lembut yang membawa potensi kehidupan, perasaan, dan gerakan kehendak. Ia merupakan instrument perantara antara Qolbu (inti ruh) dan Basyar (Hawa). Nafs disebut sebagai pohon zaitun yang penuh berkah

الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ4

…Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang  seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api… (An Nuur : 35)

Tidak tumbuh di sebelah timur (alam ruh) atau di sebelah barat (alam basyar). Dengan Nafs manusia bisa bertambah mulia dan suci atau sebaliknya menjadi lebih hina dari hewan.

Allah ketika menciptakan manusia dalam proses penyusunannya disertakan empat campuran. Perpaduannya menorehkan sifat-sifat pada kalbunya, sebagaimana disampaikan oleh al-Ghazali dalam Ihya‘. Pertama sifat bahimiyah, yaitu sifat ‘kehewanan’ yang apabila menguasai manusia maka akan menjadi rakus dan tamak, serta berlebihan dalam kenikmatan syahwat. Kedua sifat sabu’iyah, yaitu sifat ‘kebuasan’ yang apabila menguasai diri manusia ia akan suka membenci dan bermusuhan, penuh amarah, bertindak anarkis dan kejam.

Ketiga sifat syaithaniyah, yaitu sifat ‘kesetanan’ yang apabila telah menguasai manusia maka ia akan suka merekayasa dengan tipu daya dan meraih segala sesuatu dengan cara-cara yang jahat. Sifat syetan ini senantiasa mengobarkan syahwat bahimiyah dan kebuasan sabu’iyah serta memandang baik apa yang menjadi naluri keduanya. Keempat sifat rabbaniyah, yaitu sifat ‘ketuhanan’ yang apabila telah menguasai diri manusia maka ia ingin paling berkuasa, menduduki jabatan yang tinggi, sewenang-wenang, selalu ingin dipuji dan tak mau direndahkan, ingin menjadi paling berilmu dan mengetahui segala hal.

‘Sufi’ melihat kepribadian manusia sebagai sekumpulan dari bermacam-macam sifat dan kecenderungan seperti di atas. Tugas kita adalah menyeimbangkan beragam sifat tersebut sekaligus memperkuat perkembangan spiritual kita. Cara yang paling efektif bukan dengan membunuh nafsu atau mengenyahkan kepribadian, tapi dengan mengendalikannya. Jangan sampai nafsu yang justru mengendalikan, seperti keledai yang naik di gendongan.

Transformasi Nafs

 Perumpamaan Nafs adalah seperti seorang penjaga harta kekayaan sebuah rumah. Allah, sebagai Raja pemilik rumah (pemilik basyar), menitipkan ruh (harta kekayaan) kepada Nafs. Rumah itu memiliki pelayan-pelayan (hawa) yang menjaga pintu dan jendela (nafsu jasmaniah) serta pintu-pintu bawah tanah (nafsu yang lebih lembut). Sedangkan syetan merupakan perampok yang ada di luar rumah yang senantiasa mengintai dan mencuri-curi kesempatan untuk merampok harta kekayaan Raja.

Jika Nafs lengah, tidak amanah, dan lalai mendidik para pelayan maka:

  1. Pelayan-pelayan akan menjadi liar
  2. Pelayan akan bekerjasama dengan perampok, meracuni penjaga rumah sehingga menjadi lemah dan sakit.
  3. Pelayan itu selanjutnya akan membukakan pintu dan jendela kepada para perampok sehingga dapat leluasa membelenggu penjaga rumah (Nafs) serta berpesta pora menjarah harta kekayaan Raja.

Agar Anda tidak beroleh murka dari Sang Raja, maka Anda perlu mendidik para pelayan agar disiplin dengan tugasnya menjaga pintu dan jendela tempat masuknya syetan. Pintu dan jendela tersebut sebagaimana disampaikan oleh Imam Ghazali dalam kitabnya Mukasyafatul Qulub adalah sebagai berikut:

  1. Kemarahan dan kegembiraan
  2. Keinginan dan kerakusan
  3. Kenyang dari makanan
  4. Kesenangan hidup dalam kemewahan
  5. Tamak mengharap manusia
  6. Ketergesaan dan penundaan dalam menyelesaikan segala urusan
  7. Uang dan harta kekayaan
  8. Kikir dan takut miskin
  9. Fanatik dan suka meremehkan orang lain
  10. Berburuk sangka, dendam dan Kedengkian

Dalam nafs terdapat ego positif yang sehat dengan ego negatif yang egois. Ego positif membantu mencapai tujuan-tujuan hidup, sedangkan ego negatif selalu ingin mementingkan diri sendiri, memamerkan nilai diri secara berlebihan, minta dilayani dan seterusnya.

Cara mentransformasikan ego yaitu melalui cinta dan khidmat (pelayanan). Dengan melayani kita bisa belajar mengurangi sifat egois. Dengan mencintai, kita mulai mendahulukan kebutuhan orang lain daripada kita sendiri. Contohnya orang tua yang siap berkorban apa saja demi sang anak karena didorong oleh rasa cinta. Ego ibarat wadah yang kecil, tapi melalui cinta dan pelayanan wadah jiwa itu akan membesar dan bisa menampung lebih banyak curahan rahmat Tuhan.

Para guru sufi bisa mengembangkan ego dalam kerangka spiritual. Idealnya anak-anak bertumbuh kembang dalam lingkungan keluarga yang saling mencintai, diliputi rasa peduli, dukungan, dan asuhan. Dalam lingkungan yang penuh cinta dan kasih sayang kapasitas anak untuk belajar mencintai akan berkembang. Bersamaan dengan itu ego dan kepribadian anak juga tumbuh secara alamiah.

Cinta dan ego adalah dua kekuatan hebat dalam diri anak kita. Ketika mereka tumbuh dewasa dan mulai mengembangkan spiritualnya, mereka bisa mentransendensikan ego dan kepribadian lalu menggabungkan keduanya menjadi satu kekuatan. Ketika spiritualitasnya semakin matang, maka harus mengurangi peran ego untuk meningkatkan rasa kedekatan dengan sang Maha Pencipta. Maka pada saat itu, ego dan kesadaran diri akan menyatu sehingga mencapai tingkatan yang lebih besar dan lebih kuat.

Sedikit sekali tradisi spiritual yang memasukkan anak-anak yang masih belia ke dalam disiplin tasawuf. Salah satu alasannya karena ingin memberi anak-anak itu kesempatan mengembangkan ego dan kepribadiannya dahulu agar cukup matang hingga dewasa. Ketika usia menjelang tua baru masuk ke dunia thariqah. Namun, sebenarnya bukan tindakan yang cerdas membiarkan hewan buas tumbuh membesar baru kita jinakkan. Akan lebih efektif apabila sejak kecil hewan liar itu dilatih melalui kasih sayang, cinta, dan pemahaman. Seperti melatih anak anjing yang ketika besar bisa menjalankan fungsi menjaga rumah, berburu, dan selainnya. Hewan liar melambangkan ego dan si pelatih itu kesadaran spiritualnya.

     Ibadah Qurban dengan menyembelih hewan adalah visualisasi perjuangan manusia (nafs) dalam rangka memotong sifat bahimiyah, agar syahwat tidak menguasai dirinya. Kepasrahan Nabi Ibrahim dalam menyembelih putera tercintanya justru menyebabkan lahirnya ‘kehidupan’ bagi Nabi Ismail. Ketulusan dalam menyembelih sifat-sifat negatif dalam kalbu akan mendatangkan karakter positif yang menghidupkan hati manusia. Upaya ini seperti halnya merubah virus hati menjadi aset diri dalam rangka ibadah pada Ilahi.

Sifat bahimiyah seperti makan, tidur, seks diatur sesuai kebutuhan dan sesuai dengan tuntunan agama sehingga bisa mendukung vitalitas untuk ibadah. Sifat sabu’iyah akan diarahkan menjadi sifat pemberani, membela kebenaran dan menolak kebatilan, menjadi anjing penjaga bagi sifat bahimiyah agar tidak melanggar batas. Sifat syaithaniyah bisa ditransformasikan menjadi sifat hati-hati, penuh kewaspadaan, kritis dan teliti. Sifat rabbaniyah dapat ditransendensikan sehingga seseorang bisa menjadi pemimpin yang efektif dan bisa melayani sesama dengan penuh ketulusan.

<<  Rahasia Manusia 2  <<                                                     >>  Rahasia Manusia 4  >>

  • 6shares
  • 3
  • 0
  • 3
Tags: akhlaknafstasawuf
Previous Post

Madu dan Reaksi Kimia dalam Al-Qur’an

Next Post

Rahasia Manusia (4)

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan #Aktivitas a. Ketua Ponpes Progresif Fathimah al-Amin b. Guru MAN 2 Kota Semarang c. Pengasuh kawanislam.com # Motto Karakter adalah dasar prestasi

Related Posts

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman
Islam dan Sains

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Desember 18, 2025
Jaminan Surga di Balik Sebuah Titipan: Mengupas Keutamaan Akad Wadī’ah
Qur'an & Hadits

Separuh Iman yang Sering Terlupakan: Mengapa Bersuci Bukan Hanya Soal Fisik?

Desember 17, 2025
Please login to join discussion

Recommended

Sifat Iffah Untuk Membatasi Diri dalam Pergaulan

Sifat Iffah Untuk Membatasi Diri dalam Pergaulan

Agustus 30, 2023

Penanaman Pendidikan Karakter Melalui Belajar di Luar Kelas

November 6, 2018

Don't miss it

Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Terhalang dari Munajat

Desember 17, 2025
Khotmil Qur’an dan Arwah Jama’, Santri Fathimah Al-Amin Peringati Haul dengan Spirit Al-Qur’an
Acara

Khotmil Qur’an dan Arwah Jama’, Santri Fathimah Al-Amin Peringati Haul dengan Spirit Al-Qur’an

Maret 17, 2026
Dan Malaikatpun Bersujud…
Islam dan Sains

Dan Malaikatpun Bersujud…

Juni 2, 2020
Kecerdasan Spiritual Nabi SAW (3)
Akhlak

Kecerdasan Spiritual Nabi SAW (3)

Juni 4, 2020
HM Amin Syukur, Guru Besar Ilmu Tasawuf Itu Telah Tiada
Berita

HM Amin Syukur, Guru Besar Ilmu Tasawuf Itu Telah Tiada

Agustus 16, 2025
Akhlak Rasulullah sebagai Cermin Cinta: Menumbuhkan Generasi Beradab di Era Digital
Artikel

Akhlak Rasulullah sebagai Cermin Cinta: Menumbuhkan Generasi Beradab di Era Digital

November 25, 2025

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Kesabaran kesetaraan gender kisah sufi Man 2 Semarang maulid nabi Maulud Nabi Ibrahim nafs NKRI pendidikan karakter Rohis sains Sains islam santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi siroh solusi spiritualitas beragama sufi tafsir Tajul Arus Taqwa tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha

Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha

April 28, 2026
Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

April 16, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Madu dan Reaksi Kimia dalam Al-Qur’an

Rahasia Manusia (3)

 
Rahasia Manusia (4)
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend