• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Minggu, Mei 17, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Green Chemistry, untuk Lingkungan yang Lebih baik

zuhriyah Anas by zuhriyah Anas
Juni 4, 2020
in Islam dan Sains, Pengetahuan Islam
Green Chemistry, untuk Lingkungan yang Lebih baik

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Tajul Arus: Bekas Maksiat

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

Zaman modern merupakan zaman dimana banyak sekali penggunaan teknologi yang dapat membantu pekerjaan manusia dengan lebih cepat dan efisien. Banyak sekali teknologi-teknlogi baru bermunculan dengan kemampuan yang lebih canggih dari sebelumnya. Mulai dari kendaraan, alat komunikasi, hingga mesin-mesin dalam bidang industri. Namun, dengan kemajuan teknologi saat ini juga diiringi dengan penggunaan bahan bakar fosil yang semakin meningkat. Penggunaan bahan bakar fosil mesin industri atau pabrik dan kendaraan bermotor selain menghasilkan energi yang kita butuhkan juga menghasilkan hasil samping yang biasa kita sebut limbah. Limbah dari bahan bakar fosil biasanya mengandung zat beracun atau yang biasa disebut zat toksik.

Penggunaan zat atau bahan kimia toksik di era modern semakin meningkat. Bidang pertanian, industri, hingga kesehatan tak luput dari penggunaan bahan kimia yang limbahnya dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan dapat berupa pencemaran tanah, air, maupun udara. Jika saat ini lingkungan yang kita tinggali sudah tercemar, bagaimana lingkungan di masa depan? Apakah kita akan tetap tinggal di lingkungan yang tercemar? Atau justru kita akan meninggalkan  lingkungan  yang  tercemar? Dan  apakah kita akan membuka tempat baru untuk ditinggali dan menjadikannya tercemar? Dan apakah kita akan terus mengkonsumsi bahan makanan yang tumbuh di lingkungan yang tercemar bahan toksik?

Allah SWT berfirman dalam Qs. Ar-Rum ayat 41

يَرْجِعُونَ لَعَلَّهُمْ عَمِلُوا الَّذِي بَعْضَ لِيُذِيقَهُم النَّاسِ يْدِيا كَسَبَتْ بِمَا وَالْبَحْرِ الْبَرِّ فِي لْفَسَادُا ظَهَرَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”(Qs. Ar-Rum: 41).

Salah satu wujud dari kerusakan di muka bumi adalah pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya penggunaan bahan kimia toksik secara  terus-menerus. Pada perkembangannya, kemajuan sains hanya terfokus untuk mendapatkan produk ekonomis dan manfaatnya, dengan tersedianya sumber daya alam yang melimpah tanpa memperhatikan limbah yang dihasilkan. Namun dengan meningkatnya kebutuhan produk kimia menyebabkan pemanfaatan sumber daya alam berlebihan yang berdampak pada pencemaran lingkungan.  Selaras dengan meningkatnya penggunaan zat kimia toksik juga diiringi dengan berbagai ide untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada. Salah satu cara untuk meminimalisir pencemaran adalah dengan menerapkan prinsip Green Chemistry.

Green chemistry adalah suatu falsafah atau konsep yang mendorong desain dari sebuah produk atau proses yang mengurangi dan atau meminimalisir produksi zat-zat (substansi) toksik dan  berbahaya. Green  chemistry  berfokus   pada  kesinambungan   antara manusia, kimia dan lingkungan. Tujuan utama green chemistry adalah penemuan di tingkat molekuler dan atom sehingga dapat meningkatkan efisiensi bahan kimia yang menghasilkan sedikit atau tidak dihasilkan limbah.

Green chemistry merupakan sebuah istilah yang dikemukakan oleh Paul Anastas pada tahun 1991. Trevor Kletz memprakarsai konsep tersebut sebagai solusi alternatif pencegahan pencemaran lingkungan. Adapun konsep tersebut meliputi perencanaan proses, penggunaan bahan, desain produk dan tata kelola limbah. Green chemistry dapat diartikan sebagai pemanfaatan seperangkat prinsip yang mengurangi atau menghilangkan penggunaan atau pembangkitan zat berbahaya dalam perancangan, pembuatan dan aplikasi produk kimia.

Salah satu prinsip Green chemistry adalah pencegahan (prevention), merupakan upaya pencegahan pemborosan dibanding pengobatan atau pembersihan. Dengan kita mengetahui perbandingan setiap unsur-unsur dalam membentuk senyawa kimia, kita dapat memperkirakan penggunaan bahan kimia yang digunakan dengan seminimal mungkin. Sehingga, kita dapat mencegah terjadinya bahaya toksik pada lingkungan hidup. Penerapan Green Chemistry  pada aktivitas dan proses produksi yang dilakukan secara konsisten dan tepat, dapat mengurangi bahkan menghilangkan senyawa beracun yang berdampak manusia, biosfer, dan lingkungan sekitar. Green Chemistry memang tidak akan menyelesaikan semua masalah polusi, energi dan pangan. Tetapi peranannya mampu memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kelestarian hidup jangka panjang (sustainable development).

 

Referensi

  1. Abdullah Bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh, 2004 Tafsir Ibnu Katsir Jilid 6 Diterjemahkan oleh M. Abdul Ghoffar, Bogor: Pustaka Imam Asy-Syafi’i
  2. Siti, Arini Wahyuningsih dan Jamilatur Rohmah. 2017. Penerapan Green Chemistry dalam
    Pengembangan Modul Praktikum untuk Mata Kuliah Larutan,. Jurnal Pendidikan. 8
  3. Paul T. Anastas dan John C. Warner, 1998, Green Chemistry: Theory and Practice, New York:
    Oxford University Press
  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: green chemistryislam dan sainslingkunganpencemaransains
Previous Post

Empat Berkah dari Langit

Next Post

Rahasia Manusia (2)

zuhriyah Anas

zuhriyah Anas

Related Posts

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman
Islam dan Sains

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Desember 18, 2025
Jaminan Surga di Balik Sebuah Titipan: Mengupas Keutamaan Akad Wadī’ah
Qur'an & Hadits

Separuh Iman yang Sering Terlupakan: Mengapa Bersuci Bukan Hanya Soal Fisik?

Desember 17, 2025
Please login to join discussion

Recommended

Mewujudkan Kerukunan Umat Beragama

Mewujudkan Kerukunan Umat Beragama

Juni 4, 2020

Kirim ke Kawan Islam

Oktober 28, 2018

Don't miss it

Kiriman Pembaca

MEREFLEKSI LIBURAN SEKOLAH

Oktober 30, 2018
Kiriman Pembaca

NARKOBA KINI JANGKAU SEMUA KALANGAN

Oktober 30, 2018
Etika Berkomunikasi di Medsos
Akhlak

Etika Berkomunikasi di Medsos

Juni 3, 2020
Hikmah & Muhasabah

Shalat di Katedral

Oktober 31, 2018
Kiriman Pembaca

 HUBUNGAN GURU DAN PESERTA DIDIK MAKIN MENJAUH

Oktober 21, 2018
Bahloel Tindak Haji
Cerpen

Kaji Bahloel

November 2, 2022

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Kesabaran kesetaraan gender kisah sufi Man 2 Semarang maulid nabi Maulud Nabi Ibrahim nafs NKRI pendidikan karakter Rohis sains Sains islam santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi siroh solusi spiritualitas beragama sufi tafsir Tajul Arus Taqwa tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha

Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha

April 28, 2026
Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

Rajut Silaturahmi, Eratkan Ukhuwah: Jamaah Haji SOC 16 Gelar Halal Bihalal di Fathimah Al-Amin

April 16, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Empat Berkah dari Langit

Green Chemistry, untuk Lingkungan yang Lebih baik

 
Rahasia Manusia (2)
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend